Kumpulan Cerita Sex , Cerita Seks Dewasa, Cerita Dewasa dan Cerita Seks , Cerita Seks Remaja , Cerita Sex Sedarah , Cerita Sex Hot, - Cerita Seks - Cerita Bokep xXx | Cerita Seks Dewasa 2016 - Ini adalah cerita tentang ngentot dengan 2
cewe ABG nakal tertutup jilbab. Di suatu waktu, aku akan melakukan
perjalanan ke sebuah pulau yang indah di tengah indonesia. Aku pergi
kesana bersama dua rekanku yang juga gila petualangan dan punya selera
yang sama sepertiku tentang gadis berjilbab. Mereka adalah Rudi dan
Henri. Tentu saja, selain piknik, kami juga berharap bisa mendapatkan
memek keset gadis-gadis berjilbab itu dipulau tempat kami berwisata.
Sejuk sekali kepulauan ini. Hawanya yang sangat “laut” membuat
segalanya terasa santai dan waktu berjalan pelan. Aku dan rekan2ku yang
juga mupeng dengan gadis berjilbab bersantai dan menikmati liburan ini.
Di hari yang kedua, ketika kami sedang makan siang di sebuah warung
makan, mata kami langsung melotot ketika muncul dua gadis cantik yang
terlihat lugu masuk warung itu, lalu memesan makanan.
Segera aku
mengerling ke kedua rekanku, yang langsung tersenyum penuh arti. Ya,
karena aku bosnya dan yang paling ganteng, memang biasanya aku yang maju
dan melakukan PDKT pada calon2 korban kami.
Segera aku
mendekati dan menyapa, lalu berkenalan. Ternyata mereka berdua juga
turis yangs edang bertamasya di pulau itu. Wah kebetulan sekali. Segera
aku mengenalkan teman2ku dan beberapa menit saja kami sudah akrab. Dua
gadis itu bernama Hesti dan Lusi, mahasiswi semester 4 universitas islam
di semarang yang sedang bertamasya. Jilbab mereka lebar dengan baju
kurung dan rok lebar, semakin membuat kami bertiga susah menahan nafsu
birahi.
Sorenya, aku dan dua temanku berjanjian dengan mereka
lagi untuk berjalan-jalan di tepi pantai dihalaman hotel yang kami
tinggali. Segera aku dan temanku berbagi peran. Aku yang memang sudah
ngebet sama Hesti, yang air mukanya lugu semakin cantik dengan jilbabnya
segera memilihnya. Dua temanku segera kusuruh untuk mendekati Lusi yang
wajahnya cantik namun nampak sedikit nakal.
Akhirnya sore itu
aku berjalan berdua dengan Hesti, sementara Lusi yang sebenarnya agak
sungkan, terpaksa mau berjalan bersama Rudi dan Hendri. Hatiku berharap
semoga dua orang bejat itu kuat menahan napsu dan tidak main perkosa di
pinggir pantai itu, walaupun tempat itu lumayan sepi.
Akus
egera berjalan bersama Hesti, bercakap-cakap. Pelan2 setelah semua
lancar, aku mulai bbisa melancarkan serangan2 rayuanku. Dan ternyata
rayuan gombalku berhasil. Gadis cantik berjilbab itu tersipu malu setiap
kali kurayu. Bahkan dia membiarkan tanganku menggandeng tangannya.
Beberapa juras kemudian aku berhasil memelukkan tanganku ke pinggulnya
yang singset,, tersembunyi baju longgar dan jilbab lebarnya. Gadis
cantik sekal itu agak menghindar dan berontak ketika aku mencoba
mendaratkan ciuman lembut ke pipinya yang mulus untuk pertama kali,
namun setelah beberapa kali mencoba akhirnya gadis manis berjilbab lebar
itu menyerah. Ia hanya bisa pasrah dan menutup matanya ketika
ciuman-ciumanku mendarat di pipi mulusnya. Bahkan setelah beberapa kali
ciuman mesraku, dia mendesah penuh kenikmatan, rupanya birahi jalang
sudah mulai tersulut dari gadis lugu berjilbab itu.
Melihat
kesempatan itu, aku segera memeluknya penuh perasaan dan menuntunnya
menjauih pantai yang anginnya mulai dingin karena matahari sudah
terbenam separuh. Gadis cantik berjilbab lebar berkulit mulus itu pasrah
ketika kutuntun dia menuju hotel tempat aku dan dua temanku menginap.
Dengan isyarat anggukan kepala, aku mengajak kedua temanku yang
sepertinya juga sudah berhasil membangkitkan nafsu birahi Lusi. Terlihat
dari posisi mereka ketika kulihat sedang duduk di pasir tepi pantai,
dimana Rudi duduk dibelakang Lusi dengan tangan terlihat menyusup
dibawah ketiak Lusi dan memeluknya, dan Hendri duduk didepan Lusi
menghadap ke wajah gadis cantik berjilbab itu. Tangan Rudi bergerak2
seirama dengan geliatan2 Lusi. Aku berani bertaruh Rudi sedang
merangsang buah dada sekal milik mahasiswi berjilbab cantik itu. Melihat
aku sudah beranjak masuk hotel, mereka segera mengikuti sambil menuntun
Lusi.
Hotel yang kami tempati bukanlah hotel yang berupa satu
bangunan, namun merupakan bagian dari bungalow bungalow kecil
berhalaman dan berkamar dua. Akus egera memasuki halaman bungalow kami
yang ada di sudut tersembunyi dari area hotel, dan menuntun Hesti yang
sudah pasrah masuk.
Didalam bungalow, aku mendudukkan Hesti di
sofa panjang di ruang tamu. Tanganku lalu merangkulnya dan kutarik
kepalanya mendekat lalu kembali kucium pipinya. Gadis cantik berjilbab
itu kembali mendesah. Matanya kebali terpejam pasrah, emmbuat akus
emakin nafsu. aku mencium kepala Hesti lalu turun ke kuping kirinya yang
masih tertutup jilbab. Hesti mendongakkan kepalanya sehingga aku bisa
bebas mencium dagunya yang putih. Kemudian Hesti kutolehkan kearahku
lalu kucium bibirnya dengan ganas.
“Ummhh… jangan maass..”
kata Hesti. Merasakan deru nafasnya yang menggebu, aku tahu itu hanya
sekedar basa-basi dari seorang gadis alim berjilbab yang malu jika
ketahuan dia menikmati permainan ini.
Sambil tetap merangkul
Hesti, kutarik tubuh sekal gadis alim berjilbab berkulit mulus itu
berdiri. Tangan aku mulai menjelajahi seluruh pantat Hesti yang padat
dari balik rok panjang cremnya, kemudian meraba-raba dadanya yang sekal
dari balik baju longgarnya. Tak henti-hentinya Hesti melenguh.
Rintihannya mendesahkan penolakan, namun tubuhnya menggelinjang penuh
kenikmatan. Segera kuraih tangan mahasiswi cantik yang alim itu lalu
kutuntun untuk meremas kontolku dari balik celana. Lalu karena sudag
tidak tahan, kembali kudorong gadis alim itu ke sofa. Kembali kuciumi
dia dengan ganas.
Aku segera membuka kemeja dan celana
panjangku lalu dengan sdikit paksaan kutarik bagian depan bajunya kekiri
dan kekanan sehingga membuat seluruh kancingnya tanggal, menampakkan
payudara putih sekal terbungkus BH pink. Kurenggut lepas Bhnya, lalu
kusibakkan rok panjangnya diatas pinggang dan kutarik lepas celana
dalamnya. Gadis alim yang manis bertubuh putih mulus itu mendesah dan
mengerang ketika kuperlakukan agak kasar, namun tidak bisa berbuat
apa-apa lagi.
Jilbabnya kubiarkan terpakai, menambah gejolak birahiku. Tubuh Hesti
yang putih ddengan pakaian yang sudah awut2an membuat nafsuku membara.
Dengan gemas aku meremas payudaranya yang berukuran 32B sambil menghisap
putingnya. Nafas Hesti memburu dengan cepat apalagi saat aku mulai
beralih ke vaginanya. Hesti bagaikan kuda liar saat klitorisnya aku
jilat. Tak henti-hentinya aku menjilat seluruh vagina dan
selangkangannya. Aku membalikkan tubuh Hesti untuk bergaya 69. Sementara
itu aku melihat Hendri dan Lusi masuk bungalow diikuti Rudi. Lusi sudah
mendesah-desah sambil merintih, semnentara tangan Hendri sudah tidak
terlihat, karena masuk kebalik jilbab lebar Lusi dan meremas-remas buah
dada gadis alim itu. Segera mereka berdua masuk kamar, sementara Rudi
mendekati kami berdua yangs edang bermain cinta sambil menyeringai
lebar..
Aku tersenyum merasakan tangan halus gadis cantik yang
alim itu pelan2 mengelus kontolku yang sudah tegang. Sambil terus
mendesah merasakan jilatanku di memeknya, gadis berjilbab lebar itu
menggenggam kontolku dan mulai menghisapnya. Aku pun membalas dengan
menjilat semakin intens anus dan vaginanya. Goyangan pantat Hesti terasa
semakin keras saat dijilat vaginanya sehingga harus aku tahan pantatnya
dengan kedua tangan aku. Tiba-tiba Hesti melepaskan genggaman tangannya
dari kontol aku dan melenguh dengan keras, rupanya ia mengalami
orgasme. Vaginanya yang sudah basah menjadi tambah basah dari cairan
orgasmenya.
Kemudian Hesti kubalik dan kutunggingkan bersandar
dipinggir sofa. Aku dengan tidak sabar segera merenggangkan kakinya dan
mengarahkan kontolku ke vaginanya. Dengan penuh gairah aku setubuhi
Hesti mahasiswi cantik yang alim dan seksi. Rudi rupanya tidak diam saja
saat melihat kami berdua mercumbu. Tangannya membuka risletingnya
kemudian menurunkan celananya. Rudi mengeluarkan kontolnya dari balik
celana dalam lalu meraih tangan Hesti dan menuntunnya agar meremas2
kontol Rudi.
Aku memperhatikan Hesti dipaksa mengulum kontol
Rudi. Tak henti-hentinya payudara Hesti aku remas dan pencet putingnya.
Tak berapa lama kemudian, Hesti kembali mengalami orgasme. Aku mengganti
gaya ke gaya missionary. Kaki Hesti aku rentangkan dan kembali kontolku
mengisi vaginanya yang sudah becek. Suara clipak-clipuk terdengar
dengan keras tiap kali kontol aku keluar masuk vagina gadis berjilbab
lebar yang sudah dimabuk birahi itu. Jilbabnya sudah basah karena
keringat kenikmatan kami berdua. Desahan birahi memenuhi seisi ruang
tamu bungalow kami sore itu.
Tujuh menit menggenjot Hesti, aku
merasakan akan ejakulasi. Aku percepat gerakanku dan tak lama kontolku
memuntahkan peju didalam vagina Hesti. Dengan terengah-engah aku
mengeluarkan kontolku lalu menindih Hesti dan mencium bibirnya. Kami
berciuman beberapa menit. Setelah itu, aku memberikan gadis alim yang
sudah pasrah itu ke Rudi, lalu aku beristirahat sebentar.
Dengan kasar Rudi menarik Hesti berdiri, lalu menggendong gadis alim itu
sambil menciumnya. Kemudian Hesti dibaringkan ditempat tidur dalam
posisi doggy style dan Rudi langsung menyetubuhi Hesti dengan kasar.
Sambil menggenjot vagina Hesti, tak henti-hentinya Rudi menampar pantat
Hesti.
“aaahhh…yeaahhh… enak banget memek cewek berjilbaabb.. auuhh…!!”
Sekali-sekali jilbab Hesti ditarik sehingga kepala Hesti sampai menoleh
kebelakang lalu Rudi mencium bibirnya. Hesti yang awalnya terlihat
mengernyit kesakitan, kelihatannya justru semakin liar mendapat
perlakukan kasar dari Rudi. Aku kemudian berlutut didepan Hesti lalu
menyodorkan kontolku. Hesti menyambut kontolku lalu mulai mengulumnya.
Setiap kali Rudi menyodokkan kontolnya dalam vagina Hesti dengan keras,
kontol aku otomatis ikut tersodok ke mulut Hesti. Tapi beberapa kali
kuluman Hesti terlepas karena Rudi suka menarik rambutnya.
Rudi kemudian menarik punggung Hesti sehingga punggung Hesti tegak. Aku
menjilat dan menghisap seluruh payudara Hesti. Tapi itu tidak bertahan
lama karena tangan Rudi menjalar keseluruh tubuh Hesti. Akhirnya aku
mengambil bir di mini bar lalu duduk dikursi menikmati adegan seksual
yang liar itu. Beberapa kali Hesti melenguh pertanda ia mengalami
orgasme tapi Rudi tidak berhenti sedikit pun.
Hesti kemudian
melepaskan dirinya dan mendorong Rudi untuk duduk ditempat tidur. Hesti
duduk dipangkuan Rudi dan mulai menggoyang pinggulnya. Pinggul dan
pantat Hesti terlihat merah karena ditampar Rudi. Tak henti-hentinya
Hesti berceracau disetubuhi Rudi. Akhirnya tidak lama kemudian Rudi
ejakulasi. Rudi memegang pinggul Hesti dan meremasnya dengan keras.
Hesti pun kembali orgasme lalu mereka berdua berebahan di sofa dengan
lemas.
Tiba-tiba dari kamar, Hendri muncul telanjang bulat
sambil menggandeng Lusi. Lusi sudah tidak memakai apa2 sama sekali,
kecuali jilbab merah dan kaus kaki putihnya, ternyata Henri baru selesai
menyetubuhi Lusi.
“Wah, kalian abis pesta pora nih” kata Henri sambil tertawa melihat kami bertiga yang telanjang.
“Kamu juga nih abis pesta dengan Lusi” kata aku. Lusi diam saja. Mata Lusi terus tertuju pada kontolku yang sudah berdiri.
“Tukeran ya wan..” pinta Henri sambil mendorong Lusi jatuh ke sofa, tepat disampingku.
“Boleh aja. Aku juga pingin ngerasain cewek jilbab yang ini” jawabku.
Lusi diam saja. Sorot matanya campur aduk, dari marah, bingung, namun
juga birahi jadi satu.
Henri segera menarik Hesti bangun dari
pelukan Rudi, dan menariknya kembali ke kamar. Beberapa saat kemudian
terdengar pekikan tertahan Hesti, sang gadis cantik berjilbab.
“aiihh..pelannn..ahhh… sakiit..”
“Kelihatannya mereka sudah mulai” kata aku kepada Lusi.
Aku segera menerkam Lusi yang bingung haru bagaimana ku cium bibrnya.
Awalnya dia hendak memberontak, namun setelah beberapa saat, rontaannya
lenyap, diganti balasan ciuman yang panas. kita saling berpagutan.
Tanganku mulai menggenggam payudara gadis montok berjilbab yang ini
sambil terkagum2. Payudaranya besar sekali, ukuran 36C. Tubuhnya yang
ramping terlihat indah dan bulu kemaluannya hanya disisakan sedikit
didaerah vaginanya. Sudah jelas walaupun Lusi berpenampilan anggun
dengan jilbab dan baju serba tertutup, namun hastrat birahinya sangatlah
tinggi.
Dengan gemas, aku menghisap payudaranya sambil
jongkok didepan Lusi. Lusi meremas kepalaku menahan gairah. Lalu
ciumanku turun ke perut Lusi dan ke vaginanya. Lusi mengangkat satu
kakinya sehingga dengan mudah aku menjilat vaginanya. Tercium bau sabun
di daerah vagina Lusi. Ternyata gadis montok alim berjilbab ini masih
sempat membersihkan dirinya setelah bersetubuh dengan Henri. Aku membuka
bibir vagina Lusi dan menyedot vaginanya. Lusi mengerang dengan penuh
nikmat.
Puas melahap vaginanya, aku mengangkat tubuh Lusi.
Kaki Lusi melingkar dipinggangku dan aku memasukkan kontolku ke
vaginanya. Dalam posisi menggendong, aku menyandarkan punggung Lusi ke
dinding lalu aku mulai menggenjot Lusi. Payudara Lusi yang besar meliuk
ke kiri dan kanan mengikuti irama goyangan. Tak henti-hentinya aku
mencium bibirnya yang merah dan mungil. Gadis montok berjilbab yang ber
buah dada besar ini merintih2 penuh birahi, Benar-benar membuatku gemas.
Dari dalam kamar, terdengar suara Hesti yang melenguh. Lusi
pun ikut melenguh tiap kali kontol aku menghunjam ke vaginanya. Posisi
ini hanya bertahan beberapa menit karena cukup berat menggendong Lusi
sambil menyetubuhinya. Aku duduk di kursi dan Lusi duduk dipangkuanku
menghadap aku. Vagina Lusi terasa mendenyut-denyut di ujung kepala
kontolku. Jilbab merahnya kulil;itkan ke lehernya agar tidak mengganggu
aktifitasku menikmati ubuah dada besarnya.
Dengan enerjik, Lusi menggoyang pinggulnya naik turun sambil
merangkul kepalaku. Aku menghisap payudaranya yang besar sambil
menggigit putingnya. Tangan kananku meraih ke anusnya dan aku memasukkan
jari telunjukku ke anusnya. Tampaknya ini membuat Lusi semakin liar.
Lusi terus menerus menghujamkan kontolku sampai ia mencapai orgasme. Di
saat yang sama aku pun ejakulasi. Lusi duduk terkulai lemas
dipangkuanku. Aku menggendong Lusi masuk ke kamar tidur untuk tidur,
dimana Hesti, gadis alim berkulit mulus itu sedang merintih2 dipompa
memeknya oleh Hendri di lantai beralas karpet sambil nungging. Namun
ternyata Rudi minta bagiannya. Karena lemas, kubiarkan saja Rudi bermain
berdua bersama Lusi disampingku, sementara aku tidur, beristirahat.
Sayup-sayup kudengar rintihan dan erangan dua gadis berjilbab cantik dan
sekal, disetubuhi dengan ganas oleh dua temanku,