Cerita Sex ABG 2016 - Ngentot Sama ABG - kumpulan cerita sex 2016 terbaru dan berbagi cerita seks khusus dewasa 18+ yang di update cerita sex abg Cerita Sex: Kerasnya Desahan Anita Saat Orgasme – Untuk cerita kali ini
tentunya tidak kalah menarik dari cerita yang lain.. pasti di antara
pembaca disini juga sudah pernah mengalami hal serupa dengan kisah
cerita di bawah ini! Cekidot Cerita Pengalaman Bercinta Dengan Teman
Kerja.

Cerita
Sex | Kebetulan sekali saya dipilih menjadi salah satu dari karyawan
sebuah perusahaan diluar negeri dan ditempatkan dinegara mereka. Kami
menjadi pegawai tetap dan berdomisili dinegara tersebut. Bersama kami
juga terdapat beberapa wanita.
Ini adalah pengalaman sex ku
dengan salah satu rekan kerja wanita. Sekarang kita sudah menikah dengan
orang yang lain dan belum pernah bertemu lagi.
Waktu Anita dan
teman teman wanita lainnya tiba dikota kami, saya dan rekan rekan
lainnya menjemput di airport dan membawa mereka kehotel tempat mereka
tinggal. Kita pada saat itu sudah selesai pendidikan dan mulai bekerja.
Saya sharing flat bersama enam anak lainnya. Diflat kami ada tiga kamar
besar dan saya menempati kamar terbesar bersama tiga rekan kerja, semua
dari Indonesia.
Waktu menjemput Anita, ini adalah pertama
kalinya saya bertemu dengan Anita. Rambutnya hitam lurus panjang sebahu,
dengan wajah yang lumayan manis dan sexy, bibirnya yang menantang,
dadanya yang cukup besar boleh juga nih cewek, saya rasa demikian juga
dengan Anita waktu kita salaman dia megang cukup lama dan kasih senyum
yang aduhai.
Bayangkan saja saya sudah 2 bulan lebih dikota ini
dan belum punya pacar. Dimobil dia duduk disatu mobil dengan saya dan
kita duduk dibelakang. Kayanya sih kita benar benar saling tertarik.
Selang beberapa hari kita bertemu lagi dan mulai merasa dekat. Anita
sebelumnya pernah kekota ini dan lebih mengetahui seluk beluk kota ini
dibandingkan dengan saya. Kami janjian untuk pergi jalan jalan berdua
saja.
Hari Sabtu, hampir seluruh rekan baik yang laki atau
wanita datang kerumah saya untuk makan makan. Selama makan siang Anita
selalu duduk dekat saya dan ngobrol dengan saya saja. Teman teman yang
lain sudah senyum senyum saja. Sore hari waktu yang lain pulang Anita
masih tinggal dan ngobrol dengan saya, dia terus bilang mau mandi dulu,
saya kasih anduk saya dan bilang saya engga punya anduk baru mau tidak
pakai anduk saya saja, dia haya tersenyum sambil minta anduk saya, untuk
baju saya kasih t shirt saya dan dia setuju saja untuk memakainya. Kita
ngobrol ngalor ngidul mengenai diri kita, sekali kali tangan saya
dipegang oleh Anita sambil tersenyum.
Hati sudah tidak karuan
saja tapi saya tahan tahan karena teman teman serumah masih pada ada.
Selesai makan malam, saya dan teman teman masuk kamar karena AC dikamar
lebih dingin dibandingkan dengan ruang tamu, Anita ngikutin dan duduk
ditempat tidur saya. Kita terlibat diskusi yang cukup menarik, saya
tidak ingat persis apa yang dibicarakan tapi semua bersemangat.
Dari
posisi duduk Anita akhirnya berbaring ditempat tidur saya dan saya
menyender ke dinding. Capai menyender saya tiduran disebelah Anita dan
memeluknya dari belakang, dia diam saja malahan tangan saya dipegangnya.
Teman sekamar juga acuh saja. Karena mereka tidak berpikir sejauh itu.
Saya sudah merasakan kontol saya agak mengeras karena nempel dipantat
Anita, sebaliknya Anita malahan mendorong pantatnya kesaya jadi tambah
saja kontol saya jadi lebih keras.
Satu persatu mulai ketiduran
dan saya dan Anita juga merasa ngantuk, saya masih memeluk dia dari
belakang, dan akhirnya lampu dimatiin oleh salah satu rekan, Anita masih
tidur ditempat tidur saya. Punggung Anita mulai saya pijat pijat dan
punduk dan lehernya saya cium pelan pelan, dia mengelinjang bulu tangan
terasa berdiri waktu saya elus tangannya.
Anita mendesah desah
dan menekan pantatnya kekontol saya. Sayangnya dia pakai celana pendek.
Kalau dia pakai rok sudah saya singkapkan dan masukkan kontol saya.
Anita menarik tangan saya dan jari tengah saya dimasukkan kedalam
mulutnya dan diisap, isapannya sangat kuat dan terasa enak. Bisa
dibayangkan kalau itu adalah kontol saya. Teman teman masih tertidur
semua atau mungkin pura pura tertidur dan mendengarkan kita berdua.
Tangan
saya menjalar kedalam tshirt nya dan menemukan teteknya Anita,
pentuilnya sangat besar dan keras, saya gosok dengan telapak tangan
saya, Anita bertambah mendesah dan menekan pantatnya lebih keras lagi.
Tetek Anita sangat keras dan kenyal sekali, dibilang kecil tidak kecil
dan dibilang besar juga tidak besar, telapak tangan saya tidak bisa
memegang seluruhnya. Untuk meremasnya juga sulit sangking kenyalnya
tetek Anita.
Celana saya sudah terasa basah oleh lendir, kontol
saya terasa sakit terjepit didalam celana. Anita mengarahkan tangannya
kekontol saya dan meremas remas kontol saya dari luar, rasanya pengen
pecah saja tapi apa boleh buat harus saya tahan dulu. Tangan saya
kemudian turun kememeknya dan meremas remas dari luar, hanya sejauh itu
yang bisa kita lakukan dan akhirnya kita tertidur. Besoknya kita bangun
pagi pagi dan langsung mandi, Anita minta saya anterin dia pulang
kehotel karena mau ganti baju, wah kebetulan nih saya pasti bisa nerusin
apa yang belum selesai.
Di hotel saya sudah engga tahan lagi
begitu pintu kamar tertutup saya peluk Anita dan mencium bibirnya, dia
membalas dengan hangat dan menjulurkan lidahnya untuk saya hisap, ludah
kita sudah bercampur satu dan mengalir dari sudut bibir kita.
Saya
mengisap bibir bawahnya yang cukup tebal dan seksi, sekali kali saya
gigit pelan dan menjulurkan lidah saya kedalam mulutnya, Anita mengisap
lidah saya dengan keras sampai terasa agak sakit karena teralu keras
diisap oleh dia. Anita saya peluk dengan keras dan tangan saya memegang
pantatnya yang montok, saya tarik dan tekan kekontol saya yang sudah
keras sejak tadi malam.
Anita merenggangkan pahanya agar kontol
saya bisa menyentuh memeknya. Anita tingginya sama dengan saya, jadi
cewe ini terhitung tinggi juga, saya saja sudah kira kira 1.74 dan
dengan posisi berdiri semua sepertinya pas sekali, saya tidak harus
nunduk untuk menciumnya dan dia tidak usah berjinjit untuk mencium saya.
Saya dorong Anita ketembok dan sambil mencium saya pegang memeknya dari
luar, Anita masih memakai celana pendeknya dan saya masih dengan jeans
saya, pentil teteknya terlihat keras dan mendorong t-shirt yang
dipakainya, Anita ini anti BH, dia tidak perlu BH karena teteknya tidak
turun walaupun cukup besar.
Tangan saya yang satu lagi saya
pergunakan untuk meremas remas teteknya. Anita mengelinjang waktu
teteknya saya remas, rupanya ini adalah weak spot dari Anita. Saya tarik
t-shirtnya keatas dan langsung teteknya saya hisap dan jilat jilat.
Kepalanya mulai bergoyang kekiri dan kanan, desahan Anita menjadi
semakin keras, tangannya memegang belakang kepala saya sambil meremas
remas rambut saya.
Ditekannya kepala saya keteteknya sampai saya sulit untuk bernafas.
Kakinya
lebih terbuka memberi jalan untuk tangan saya lebih meremas memeknya.
Tangannya turun kekontol saya dan meremas remas dari luar. Karena tidak
tahan lagi, akhirnya swaya lepaskan t-shirt dan tetek Anita terlihat
sangat seksi, besar tapi tidak turun, aerolanya lebar dengan warna
coklat tua, pentilnya coklat kehitam hitaman dan sangat besar. Kedua
duanya sudah berdiri. Kedua teteknya saya remas remas, aka menyender
kedinding sambil mengerang ketika teteknya saya remas, gemas sekali saya
melihat tetek Anita, pentilnya sangat menantang, saya hisap salah satu
sambil tetap meremas.
Anita akhirnya mendorong saya sedikit dan
ia merebahkan dirinya ketempat tidur, zipper celana jeans saya dibuka
dan tangannya masuk kedalam celana dalam saya, Anita meremas kontol saya
yang masih didalam celana dalam sambil menutup matanya, bibirnya
merekah dan tersenyum. Seperti kena listrik kontol saya benar benar jadi
sangat keras, dan basahnya tidak ketulungan. Saya belum keluar tapi
celana dalam saya sudah basah sekali. Buru buru saya lepaskan celana
jeans saya dan Anita tidak sedikitpun mlelepaskan pegangannya dari
kontol saya. Remasannya sangat enak dan membuat saya mengerang.
Celana
dalam saya diturunkan oleh Anita dan kontol saya langsung saja meloncat
keluar dan terasa sangat lega, bayangkan saja dari tadi tegang dan
tertekan oleh celana jeans dan cd saya. Kalau berdiri kontol saya kira
kira 15 cm dengan diameter kira kira 5 cm kalau lagi keras. Kepala
kontol saya terlihat menonjol karena disunat dan terlihat besar sekali
dibandingkan batangnya.
Anita membuka bibirnya dan mulai
memasukkan kontol saya sedikit dikit kemulutnya, mula mula dijilat
lobang kontol saya dan kepala kontolnya dijilat berulang ulang.
Jilatannya ini membiat saya merasa geli karena lidahnya yang kasar kena
kulit kontol saya. Lendir terlihat menetes dari kontol saya dan oleh
Anita dibersihkan dengan ujung lidahnya. Celana dalam saya dilepaskan
oleh Anita dan saya masih dalam posisi berdiri sedangkan dia duduk
ditempat tidur. Isapan Anita hampir membuat saya keluar dan rasanya sih
sudah keluar sedikit tapi masih bisa saya tahan.
Anita kemudian
melepaskan celana pendeknya dan celana dalam hitamnya dari bahan seperti
jala terlihat sangat menantang, saya bisa melihat kalau Anita mempunyai
jembut yang tebal sekali, diatas memeknya terlihat mengembung dan dari
celana dalamnya keluar jembutnya sedikit.
Dibagian memeknya
terlihat bercak basah. Anita membaringkan badanya dan saya tiduran
disampingnya. dia mencium saya sambil meremas kontol saya. Tangan saya
diarahkan kememeknya dengan menyingkapkan celana dalamnya. Lendir terasa
membasahi memek Anita, jari saya mulai menjelajahi bibir memeknya
mencari itilnya, bibir memek Anita sangat tebal dan itilnya terbungkus
dengan rapih oleh bibirnya yang tebal itu. Saya tarik bibir memek yang
menutupi itilnya dan merasakan bejolan besar dibawah sarung itilnya itu.
Jempol dan telunjuk saya mulai memijat mijat itilnya dan sekali kali
saya pencet agak keras.
Anita mengerang keras setiap kali saya
pencet itilnya. Bibir memek Anita benar benar lebar, saya bisa menarik
dengan panjang. Anita menurunkan dan melepaskan celana dalamnya dan
menarik saya keatas, saya sebetulnya ingin menjilat memeknya tapi oleh
Anita ditarik keatas. Dengan posisi diatas kontol saya pas didepan memek
Anita, tangannya menggenggam kontol saya dan Anita mulai mengosok gosok
kepala kontol saya kebibir memeknya. Saya membantu sambil melebarkan
bibir memek dengan tangan satu, tangan saya yang satu lagi menopang
badan saya yang berada diatas Anita. Suara basah dan ciplek terdengar
waktu Anita memainkan kontol saya dimemeknya.
Saya mencium Anita
dan mempermainkan lidah dan bibirnya. Anita masih saja memeramkan
matanya dan senyum keenakan terlihat dimukanya. Saya berusaha untuk
memasukkan kontol saya kememeknya tapi ditahan oleh Anita. Tangan saya
dua duanya saya topangkan diatas agar saya bisa dengan sepenuh tenaga
menekan kontol saya kememeknya. Waktu tangan saya naik keatas tercium
bau amis yang sangat menyengat dari tangan saya. Rupanya memek Anita
sangat bau dan itu sebabnya dia tidak ingin saya menjilat memeknya.
Ini
adalah pertama kali saya mencium bau memek yang sangat menyengat,
rasanya mau muntah tapi bagaimana, orang saya lagi menikmati tubuh Anita
dan demikian juga Anita. Untung Anita masih memeramkan matanya kalau
tidak dia bisa melihat mimik muka saya.
kontol saya terasa
sangat geli karena digesek gesekan kebibir memeknya yang penuh dengan
jembut. Saya tetap berusaha untuk memasukkan kontol saya kelobang
memeknya tapi Anita dengan genggamnya yang kuat menahan kontol saya.
Akhirnya Anita mengarahkan kontol saya kelobang memeknya. Tangan Anita
yang satu ditempatkan dipantat saya dan dia menekan pantat saya agar
saya mulai mendorong kontol saya ke dalam.
Saya kira saya dapat
memasukkan kontol saya seluruhnya, tapi ternyata saya salah, Anita hanya
memperbolehkan setengah dari kepala kontol saya masuk kelobang
memeknya, inipun terasa agak sulit karena memeknya sangat sempit. Kadang
kadang saya mencoba menganalisa besar kecilnya memek seorang dengan
membandingkan dengan bibirnya, untuk satu ini analisa saya benar, Anita
mempunyai bibir yang lebar dan ternyata lobang memeknya sangat sempit
dan kecil, ini mungkin hanya kebetulan saja.
Setiap kali saya
mencoba memasukkan kontol saya kedalam, Anita menahan dan menggelengkan
kepalanya. Ini dilakukan untuk waktu yang cukup lama, Anita memasukkan
sebatas setengah dari kepala kontol saya dan kemudian mengeluarkan
sambil mengosok gosoknya keitil dan bibir memeknya. Dia benar benar
mengetahui bagaimana mempergunakan dan menikmati kontol untuk
kepuasaannya.
Lumayan lama dia menggosokkan keitilnya dan saya
bisa melihat Anita menutup matanya dan tangan satunya mengusap ngusap
punggung saya.
Saya sudah engga tahan untuk mendorong masuk
seluruhnya. Tapi Anita selalu menahan dan tidak mengijinkan saya untuk
memasukkan seluruhnya. Tetek Anita saya hisap dengan keras dan pentilnya
saya gigit pelan pelan. Rupanya Anita menyenangi hal ini.
Melihat
saya tidak tahan lagi, Anita memasukkan kontol saya lebih dalam lagi
tapi masih belum seluruhnya, hanya setengah saja. Memek Anita terasa
sangat sempit dan kecil. Kepala kontol saya agak sulit untuk masuk dan
terasa dijepit dengan kuat kuat oleh bibir memek Anita. Memeknya sangat
basah, mungkin cairan dari kontol saya.
Anita masih memegang
kontol saya dengan sebelah tangan, kayanya dia mencoba untuk menahan
agar kontol saya tidak masuk seluruhnya. Karena sudah tidak tahan lagi
saya menekan kuat kuat kontol saya kedalam memek Anita, tapi ternyata
tidak semudah apa yang saya bayangkan. Anita menahan sambil menurunkan
pantatnya jadi agak sulit buat saya untuk menusuk lebih dalam lagi.
Saya
kemudian memutar badan dan sekarang Anita berada diatas dan kontol saya
masih didalam memeknya sambil dipegang oleh tangannya. Dengan posisi
ini maka saya lebih leluasa untuk memegang dan mengisap pentilnya. Tetek
Anita terlihat sangat seksi dan menggantung dengan baik didadanya.
Tidak terlihat turun, tetek Anita sangat kenyal dan keras.
Dengan
posisi diatas, Anita lebih leluasa mengkontrol gerakannya dan sedalam
apa dia ingin kontol saya masuk. Irama nafasnya terlihat bertambah cepat
dan gerakan naik turunnya juga bertambah cepat. Waktu Anita hampir
orgasme, dia melepaskan pegangannya dan sekali sorong memeknya
ditekankan kekontol saya, tekanan kekontol saya terasa sangat kuat
karena sempitnya lobang memek Anita. Gerakan selakigus ini terasa sangat
nikmat dan geli, memek Anita terasa sangat ketat dan sempit.
Walaupun
kontol saya tidak besar sekali tapi didalam memeknya menjadi terasa
sangat besar. Beberapa kali naik turun akhirnya Anita mencapai
orgasmenya dan ributnya dia, sambil mengerang dia menyebut nama saya dan
meremas dada saya dengan kuat, kepalanya digoyangkan kekiri dan kanan,
pahanya menjepit paha saya dan memeknya ditekan keras keras sambil
digoyang kekiri kekanan sepertinya mau mencoba memasukkan kontol saya
lebih dalam lagi. kontol saya terasa menyentuh didinding dalamnya dan
bisa kerasa diperutnya.
Orgasme Anita cukup lama dan memeknya
terasa lebih sempit dan keras, tegang sekali bibir memeknya. kontol saya
terasa sakit karena dijepit oleh memeknya. Jepitan Anita membuat kontol
saya mengeluarkan peju tanpa bisa saya kontrol lebih jauh lagi. Seluruh
peju saya keluar didalam dan ini membuat Anita mengelinjang dan
berteriak lebih keras. Saya takut kalau kalau orang diluar bisa
mendengar.
Tapi Anita biasa biasa saja. Waktu orgasmenya sudah
selesai, Anita menciumi bibir dan muka saya sambil ngucapin terima
kasih. Padahal saya juga menikmati memeknya. Anita menjatuhkan badannya
kebadan saya sambil tetap memeluk dan membiarkan kontol saya didalam
memeknya. Kita berdua akhirnya tertidur beberapa menit sangking
capainya. Selang beberapa waktu saya merasakan Anita mengecil dan
melonggarkan memeknya seakan akan memjiat mijat kontol saya dan ulah dia
membuat kontol saya kembali bangun, kontol dan memek kita terasa sangat
basah karena peju dan cairan memeknya.
Bau peju dan memeknya
bercampur menjadi satu. Tapi ternyata itu membuat Anita terangsang lagi,
lebih lebih mendengar suara becek waktu dia mengeluarkan dan memasukkan
kontol saya kememeknya.
Ronde ini lebih panjang karena kita
sudah keluar tapi tetap hot seperti ronde pertama. Bau memek Anita sudah
tidak menyengat seperti tadi lagi, bagian kontol, memek dan paha kita
sangat basah oleh keringat dan peju. Saya bisa merasakan belahan pantat
saya basah sekali dan peliket, Anita acuh saja dan kita berdua tidak
berniat untuk membersihkan dulu.
Anita merebahkan badannya
disamping saya dan minta saya untuk berada diatas dia. Tanpa melepaskan
kontol dari lobang memeknya saya memutar dan berada diatas Anita. Kasur
terlihat basah dan becek tapi Anita diam saja. Dengan posisi diatas saya
dapat melihat memek Anita dengan jelas, Kalau tadi saya tidak sempat
memperhatikan memeknya, sekarang saya dengan leluasa memandang memek
Anita. Jembutnya sangat tebal tapi sangat rapi, dia rupanya benar benar
memelihara jembut dan dicukur dengan rapi. Masih terlihat tebal dan
banyak tapi tidak menjalar ke selangkangannya. Kaki Anita saya angkat
dan letakkan diatas pundak saya, posisi ini membuat memek Anita terlihat
merekah dengan kontol saya didalamnya.
Cairan peju terlihat
setiap kali saya tarik kontol saya keluar dan semua berkumpul dibibir
memeknya. Saya sangat suka melihat memek yang ada pejunya ini buat saya
sangat seksi, sekarang ini kalau istri saya ngentot dengan cowo lain,
saya selalu minta dia untuk tidak mencuci memeknya karena saya mau lihat
peju cowo itu mengalir keluar dari memeknya. Dan ini selalu dilakukan
oleh istri saya setiap kali dia ngentot dengan cowo lain.
Anita
menarik kakinya dan memeluk kakinya kedadanya, saya menjadi lebih
leluasa dengan pandangan saya kememek Anita. Dengan bertumpu pada satu
lutut saya mulai menusuk memek Anita, walaupun sudah basah tapi memek
Anita sangat sempit. Hal yang sangat menarik bagi saya, bibir memek
Anita sangat tebal sampai sampai saya dapat menarik kesamping, juga yang
menutupi itilnya terlihat sangat tebal dan dalam.
Tapi lobang
memeknya sangat sempit. Itil Anita masih bersembunyi dibalik tudungnya
dan dengan mudah saya menarik tudungnya sampai itilnya terlihat meyembul
keluar, lagi lagi itil Anita sangat besar, berbentuk seperti kepala
kontol tapi dalam ukuran yang lebih kecil dan berwarna putih kecoklat
coklatan. Rasanya ingin saya menjilat dan mengulumnya tapi ingat akan
baunya niat ini saya urungkan. Setiap saya memasukkan kontol saya
kememeknya terlihat bibirnya tertarik kedalam ikut masuk kelobang
memeknya, ini yang mungkin membikin memeknya menjadi sangat sempit.
Waktu saya cabut keluar, bibirnya ikut tertarik keluar dan merekah.
Berulang ulang saya lakukan sambil menikmati pandangan yang mengasyikkan
ini.
Anita terlihat mulai mengoyangkan pantatnya walaupun tidak
mudah karena ia masih merangkul kedua kakinya. Setiap kali saya tekan
Anita terlihat mengerang dan saya dengan bebas dapat measukkan seluruh
kontol saya kedalam lobangnya. Saya hanya bisa lihat jembut saya nempel
dengan jembutnya dan batang kontol saya benar benar ditelan oleh memek
Anita. Rasa geli mulai terasa dikontol saya dan nafas Anita terlihat
mulai cepat. Tanganya dilepaskan dan kakinya dilingkarkan kepinggang
saya, tangannya merangkul pundak saya dan dia mencium saya sambil
meyodorkan lidahnya.
Kita benar benar menikmati goyang ini dan
akhirnya kaki Anita dilepas dan dia melebarkan pahanya lebar lebar
sambil mendorong keatas mengikuti tekanan dari saya. Nafas kita mulai
bertambah cepat dan cepat dan akhirnya kita berdua melepaskan ciuman
untuk ambil nafas. Anita terus bilang kalau dia hampir keluar dan minta
saya utuk keluar bareng lagi, dia bilang kontol saya terasa sangat besar
dan enak, sambil ngomong dia kemudian berteriak keras sekali menyebut
nama saya dan badannya bergetar seakan akan dia kena penyakit ayan.
Matanya
merem melek dan dia bilang kalau dia keluar, memeknya seperti pertama
kali menjadi sangat sempit dan kecil dan benar benar meremas kontol
saya, pantatnya bergoyang dengan keras seakan akan meremas kontol saya
luar dalam. Saya tidak dapat bertahan lama dan peju saya keluar dengan
cepat dan mudah. Orgasme ini lebih enak dibandingkan dengan yang pertama
karena kontol saya terasa bebas hanya ada remasan memeknya saja. Saya
merasakan muncratan yang banyak sekali dan lama sekali, remasan memeknya
benar benar sangat enak dan Anita mengerang keras lagi sambil bilang
saya keluar lagi dan ini benar benar panjang dan lama.
Setelah
kita mencapai orgasme kedua, Anita melepaskan kontol saya dan langsung
saya kekamar mandi untuk membersihkan kontol saya. Anita masih tiduran
dikamar dan begitu masuk kamar mandi saya tutup pintu dan ampun baunya
masih sangat kuat rasanya mau muntah saja waktu itu. Saya mencuci
berulang ulang agar bau memeknya bisa hilang. dan memang bisa hilang.
saya terusin saja mandi sekalian. Ini pertama kali saya merasakan memek
yang sangat ketat tapi juga sangat bau.
Waktu saya selesai Anita gantian mandi dan setelah itu kita pergi makan siang. Lumayan lama kita bercinta dikamar Anita.
Pengalaman
saya dengan Anita tidak berhenti disitu walaupun memeknya sangat bau
itu tidak menghentikan saya dan Anita untuk terus bercinta, kadang
kadang kita main dikamar saya dan kadang kadang dikamar Anita. Ini
berjalan terus sampai Anita selesai pendidikan selama dua bulan. Waktu
Anita selesai pendidikan dia harus pindah dari hotel dan mencari flat
sendiri. Saya dan salah satu rekan akhirnya bergabung dengan Anita
menyewa flat dua kamar.
Saya sekamar dengan teman laki dan Anita dikamar sendiri, tapi secara praktis saya selalu tidur dikamar Anita.
Dan
teman saya juga tidak berkeberatan karena dia juga dekat dengan Anita
dia ini agak kebanci bancian. Karena tau rekan satu ini rada bences,
Anita selalu hanya memakai celana dalam dan T shirt dirumah, celana
dalam yang sering dipakai oleh Anita adalah celana dalam katun warna
putih dan tipis, ini membuat jembutnya terlihat dengan samar samar dari
luar.. Ini membuat saya selalu horny dan ingin ngentot dengannya. Libido
Anita ternyata sangat besar dan satu orang saya rasa tidak cukup buat
Anita.
Dia juga punya teman bule dan sering dia tidur dirumah
mereka dan baru pulang pagi atau malam sekali. Biasanya saya sudah tidur
dikamar Anita dan dia selalu masuk pelan pelan dan masuk keselimut
disamping saya tanpa celana dalam dan baju. Ini selalu dia lakukan kalau
dia pulang dari rumah temannya. Saya selalau dirangsang dan Anita
selalu mengisap kontol saya untuk bikin kontol saya menjadi keras.
Setiap kali kita bercinta Anita selalu keluar duluan dan selalu dia
nanya apa saya sudah keluar atau belum, padahal tanpa nanyapun Anita
pasti tau kalau saya belum keluar. Sering Anita turun dan mengisap
kontol saya yang penuh dengan cairan memeknya.
Yang menarik
memek Anita tidak sebau seperti dulu, sekarang saya bisa tahan dengan
baunya dan sering juga tidak bau sama sekali dan kalau memeknya tidak
bau sudah pasti saya menjilat dan menghisap memek dan itilnya. Anita
paling senang kalau itilnya diisap oleh saya. Anita mempunyai itil yang
lumayan besar dan bibir memek yang tebal dan lebar sangat berbeda dengan
kecilnya lobang memeknya., tebalnya bibir memek Anita membuat saya
lebih sering menjilat dan menghisap memeknya.
Posisi yang paling
dia sukai adalah dibawah dan saya diatas, teriakan Anita masih terus
berlangsung kalau dia orgasme dan biasanya saya selalu menutup mulutnya
dengan ciuman atau dia mengigit bahu saya, bekas gigitan Anita banyak
sekali dibahu saya, ini selalu kita lakukan kalau rekan yang satu lagi
sedang dirumah. Kalau dia tidak ada maka dengan bebas Anita berteriak
dan menjerit waktu dia mencapai orgasme.
Saya sharing flat
dengan Anita untuk beberapa tahun sampai dia akhirnya nikah dan
kebiasaan kita ngentot tetap berlangsung walaupun kita berdua telah
nikah dengan orang lain. Hubungan antara Anita dan saya benar benar
hanya untuk seks dan kita benar benar menikmati hubungan ini. Setiap ada
kesempatan selalu kita pergunakan untuk bercinta. Hubungan ini akhirnya
harus berhenti karena saya pulang ke Indonesia dan Anita pindah
mengikuti suaminya dan sampai saat ini kita tidak pernah berhubungan
sama sekali.