Kumpulan Cerita Sex , Cerita Seks Dewasa, Cerita Dewasa dan Cerita Seks , Cerita Seks Remaja , Cerita Sex Sedarah , Cerita Sex Hot, - Cerita Seks - Cerita Bokep xXx – Cerita Sex: Hansip Yang Kesepian – Pagi hari itu
aku bangun pagi sekali, hari itu aku sedang libur sekolah karena seluruh
kelas dipergunakan untuk Ebtanas. Karena nggak bisa tidur lagi, aku
memutuskan untuk olah raga pagi. Biasa, untuk menjaga stamina tubuhku,
aku selalu senam sendiri dirumahku, selain halaman belakang rumahku yg
luas, papa juga menyediakan satu ruangan yg dilengkapi peralatan
fitness.
Cerita Sex: Hansip Yang Kesepian – Ist
Aku mengenakan kaos ku yang paling enak dipakai, dan yang dapat
menyerap keringat, kaosku santai sekali, berlengan pendek sebatas
pangkal lengan, dengan belahan dada yang rendah, sampai-sampai gumpalan
gunung kembarku yang gempal itu nampak tersembul keluar bila meski aku
sedang berdiri tegak, apalagi kalo menunduk…xixixixi…, meskipun tanpa
disanggah oleh BH pun bentuk payudaraku tetap indah dan menantang.
Untung kaosku tidak ketat, karena kalau ketat bakal malah menonjolkan
buah dadaku ini.
Cerita Sex | aku nggak memakai BH karena aku agak gerah dgn BH ku
yang mulai terlalu kecil itu, juga aku belum sempat untuk membeli BH
baru dengan ukuran yang pas, sedang payudaraku udah semakin besar, hanya
dalam beberapa bulan saja, entah kenapa.
Kupakai celana pendek yang agak ketat, saking pendeknya sampai-sampai
pada saat aku berdiri tegakpun, buah pantatku yang bulat itu nampak
tersembul indah dan sexy. Bisa membayangkan? he..he..he..
Selesai olah raga diruang olah raga, aku ambil sepedaku dan mulai
bersepeda di kompleksku yg masih sepi itu. saat itu kurang lebih pukul
05.10 pagi, suasana masih agak dingin, masih gelap dgn penerangan lampu
jalan. Di tikungan jalan, beberapa blok dari rumahku, ada pos hansip yg
agak gelap karena bola lampunya yg mungkin hanya 20 watt saja.
Disana ada seorang hansip yg sedang tidur-tiduran, hansip itu
terlihat masih muda sekali, menurutku kurang lebih baru berusia 19thn,
mungkin, tubuhnya yg kurus itu terbungkus pakaian seragam hansip hijau
dan terbalut sarung aja. wajahnya jelek sekali dengan giginya yang agak
tonggos, matanya bundar besar tapi agak ngantuk.
Timbul niat isengku untuk menggodanya, sambil bersepeda dari jauh
kutarik kausku agar lebih kedepan, agar susuku lebih nampak jelas,
karena sepedaku adalah sepeda balap, jadi aku harus menunduk apabila aku
memegang setir nya. Jadi, ya bayangin sendiri gimana tampaknya… .
Kuhentikan sepedaku didepan pos nya dan berpura-2x kecapaian.
‘pagi bang. koq tiduran bang? hayooo…nggak jaga yaa?’ sapaku.
‘eh…, pagi non’, sahutnya sambil menguap, dia bangkit duduk dan mengarahkan pandangannya kepadaku.
Matanya tertumbuk pada susuku yg nampak jelas sekali disela-sela belahan kausku yang lebar itu, dia terbelalak.
‘ehh, anu non, ketiduran…, capek…..’ katanya tergagap karena kaget
dan matanya yg membelalak tetap tertuju pada dua gumpalan susuku itu,
buah dadaku tergantung dan putingnya yg indah itu mencuat indah.
‘kenapa non? ada yg bisa dibantu?’ tanyanya.
Aku menjawab,
‘anu bang, aku tadi terjatuh dan punggungku serta pantatku sakit sekali sekarang, bisa bantu pijit nggak bang?’ godaku.
Dia memperhatikan aku dgn seksama, seperti orang yg sedang
menilai-nilai, wajah cantik, bahkan bisa dibilang cantik sekali,
kulitnya juga putih bersih, mulus, keturunan chinese.
tubuhnya masih kecil, tapi pinggulnya udah membentuk indah sekali,
seperti gadis umur 20-an, pantatnya bulat sempurna, waah apalagi susu
nya itu, daritadi dia memperhatikan susuku, itu susu bukan main
indahnya, bergelantung dan putingnya mendongak dgn pongahnya. kulihat
dia memperhatikan susuku terus.
Sambil menengok kesekelilingnya, untuk melihat keadaan, dia berkata
‘mari non, duduk didalam sini, biar aku pijitin.’
kuletakkan sepedaku dipinggir pos dan aku masuk kedalam pos ukuran 2 x
2 meter itu. Saat berdiri, kuperhatikan dia melihat puting susuku
menonjol dari balik kausku, semakin menampakkan keindahan susuku, susuku
yg gempal, bonggolnya yg besar, putih mulus, kulihat kontolnya udah
ngaceng berat, wuaahh…asyikk pikirku mesum, aku mulai memikirkan kontol
itu dalam genggamanku…, dan…. .
Didalam pos, aku duduk disampingnya sambil membelakanginya, kuarahkan
punggungku, dia dengan terampil mulai memijiti punggungku, tapi tidak
lama. Dia mulai mengarahkan pijitannya ke bongkahan pantatku, katanya,
‘agak nungging dikit non, aku nggak bisa mijit kalo non duduk’ , aku
merubah posisiku, kutunggingkan pantatku kearahnya, tapi dia bukannya
memijit malah melorotkan celanaku, plus celana dalamku juga. Tanpa
ba-bi-bu, dia mulai menciumi pantatku, diciuminya memekku yg terbuka itu
dengan mulutnya.
‘non pengen aku begini kan ….mmmhhh?’ katanya berani, aku cuman mendesis-desis nikmat
‘auuuhh….emmmh..ehhh, mmhhh…iya baanng, jilatin memekku ya baang…, aku
lagi pengen banget niihhh…’, dia semakin berani memasukkan lidahnya
kememekku, aku semakin geli dibuatnya.
Dia bangkit sebentar, lalu… dengan sekali putar, dia padamkan
satu-2xnya lampu didalam pos itu, khawatir ada yg lewat dan melihat kami
didalam pos itu.
Dia melanjutkan aksinya, sekarang dia mulai meremas-2x susuku yg dari
tadi diincarnya, kausku dilepasnya dengan cepat, aku menjadi telanjang
bulat, tanpa sehelai benangpun, didalam pos hansip, dipinggir jalan
kompleks ku sendiri.
Dia mulai melepasi pakaiannya sendiri, ternyata dia hanya memakai kemeja
seragam, dibalik sarungnya dia tidak mengenakan apapun, terlihat olehku
kontolnya yg udah ngaceng keras sekali, hitam, mengacung keatas, dengan
otot-ototnya yg melingkar-lingkar, aku terkesima melihat kontol yang
hitam itu.
Dia membalik tubuhku dan ditelentangkan diatas dipan, dia berbaring
miring di dipan dan kontolnya diarahkan kewajahku sambil wajahnya
sendiri mengarah kememekku, dia menyuruhku menggengam kontolnya dan
berkata ‘ayo non, kau masukkan kontolku kedalam mulut mu itu, jilati dan
hisap, cicipi kontolku ini’, dia sendiri kembali mengaduk-2x memekku
dan lubangnya dengan lidahnya. sambil kugenggam, aku masukkan kontolnya
kedalam mulutku dan mulai mengemotnya, tanganku mengocok-2x kontolnya.
‘aahhh..ahhhahhhh….ennaaakkk’ dia menikmati permainan lidahku. sementara memekku juga geli karena lidahnya.
kelihatannya dia nggak mau lama-2x, dia ingin permainan yg lebih
dalam, tubuhku digendongnya, diangkat dan ditempelkan kedinding pos,
tangannya menyanggah kedua kakiku dengan kedua lututku terlipat, kedua
paha dan memekku terbuka lebar, dengan posisi tubuhku digendongnya
seperti itu, diapun mulai menancapkan kontolnya kememekku,
‘ssslluuuppphhh…..’
‘addduuuhh…aduuhh baaaanng…enaak sekaliiii…terusss
baaaang…terusssiinn…lebih dalaaaammm…, lebih dalaam lagii…’ teriakku
nikmat, sambil menjepit pinggangnya dengan kakiku, kontolnya menancap
dalam sekali dengan posisiku seperti itu,
‘aakkhhh…aduuh..memekmu enaak sekali nnooonnn…, seemmmpiiit.. bangeetthh…’ serunya sambil menambah kekuatan hujaman kontolnya.
sementara kontolnya keluar masuk dengan kerasnya, tanganku memeluk
kepalanya , kupeluk erat dan kusodorkan susuku untuk dilumatnya. Indah
sekali pemandangan didalam pos itu, tubuhku didesaknya kedinding pos itu
sambil kontolnya menancap dimemekku, mulutnya mengulum puting susuku
sampai kemerah-2x an.
‘ssppp…ssppphh…’ seluruh buah dadaku dijilatinya, putingku
dilumatnya, digigiti dengan gemasnya, kelihatannya dia benar-2x
mengagumi buah dadaku, mulutnya bergantian mengulum kedua susuku ini.
Tidak lama kemudian dia mendesis ditelingaku,
‘aduuh…adduuhh.. aakkuu … mm ..aauu… keluarrrr nnnnooooo..oonn….’,
aku juga tak mau ketinggalan, ‘hhkk…mmhh…sssshhh…aakkuu juggaa
baaangg…jangan keluarin didalamm..yaa banng.. jangaan … didalam
yyaaaaaa…. aaaaakkkhhhhh…’ aku keluarkan cairanku dengan kenikmatan yg
luar biasa,
tapi kelihatannya dia nggak ada niatan untuk mencabut kontolnya dari memekku, aku merasakan semburan pejuhnnya didalam memekku.
‘aaaakkkhhh…aakkkhhh…nnnhhh….hhkkk…udaahh keeluuaarr.. nooonn…’, aku
melihat si hansip itu menikmati sekali semburan pejuhnya didalam
memekku,
dia kelihatan sangat menikmati tubuhku, dia tidak henti-2xnya meremas-remas buah dadaku yg gempal itu.
‘maapin abang ya non, tadi abang nggak sempat ngeluarin…, nggak
apa-apa ya?’ tanyanya sambil mesem. Sial, kupikir. enak aja bilang nggak
sempat, dasar. ‘iya udah deh… kan udah telanjur…’ sautku agak dongkol.
Setelah itu, dia terbaring lemas tanpa sehelai benangpun ditubuhnya,
sambil tangannya tetap menggenggan buah dadaku. kontolnya udah terjulai
lemas,
katanya
‘eemmhhh.. non, enak sekali memekmu itu, aku belum pernah merasakan
memek anak gedongan yg kaya, keturunan lagi. kapan non bakal bersepeda
pagi lagi?’,jawabku
‘hmm, enak yah? kontolmu itu juga enak bang, tapi aku nggak mau
sering-2x beginian, ntar aku bisa hamil kalo pejuhmu selalu keluar
didalam memekku ini…, gini aja, kalo aku pengen ngerasain kontolmu lagi,
aku akan datang kesini lagi…, tapi lain kali kalo keluarin pejuhmu
jangan didalam yah…’,
‘baik deh non, tapi keluarin nya dimana dong? habis lebih enak kalo keluarnya didalam, sambil goyang gitu…’ tanyanya tolol,
‘ya udah, lain kali keluarin pejuhmu didalam mulutku aja, biar aku nggak
hamil, lagipula aku suka ngerasain pejuh didalam mulutku koq…’ jawabku
enteng. si hansip muda itu hanya terbelalak dan kulihat kontolnya mulai
ngaceng lagi.
aku cepat-2x keluar dari pos itu. pikirku, lebih baik aku cepat-2x
angkat kaki dari sini sebelum aku digarapnya lagi. bisa hamil gue..
akupun mengenakan kembali pakaianku dan melanjutkan bersepeda lagi. Seperti tidak pernah terjadi apa-2x.
Dalam hati aku berpikir, andaikata dihitung, udah berapa kontol yg
pernah masuk ke memekku ini, udah berapa orang yg telah menikmati
tubuhku ini, aku makin pengen mencoba kontol-kontol yang lain, aku
menikmati sekali ngentot dengan orang yang belum pernah aku kenal
sebelumnya, bahkan yg namanya pun aku tidak tahu