Kumpulan Cerita Sex , Cerita Seks Dewasa, Cerita Dewasa , Cerita Seks , Cerita Seks Remaja , Cerita Sex Sedarah , Cerita Sex Hot, - Cerita Sex - Cerita Seks Threesome dengan Istriku. Aku terus berpura pura tak
tahu apa yang terjadi kepada istriku, setiap hari dari waktu ke waktu
setiap kali aku bercinta dengan istriku aku malah membayangkan melihat
istriku bermain sex dengan pak Dzaki, perilku anehku sampai terbawa di
lingkungan kerja aku, aku malah sering horny jika membayangkan istriku
di setubuhi oleh pria lain.
 |
| Cerita Seks Threesome dengan Istriku |
Sempat aku berpikir unutk menceraikan istriku, tapi tidak tau kenapa aku
sungguh mencintainya aku tak mau kehilangan istriku aku juga sering
jajan di luar tanpa sepengatuhan istriku, aku mau istriku jujur kepadaku
kalau dia selingkuh tapi apa mungkin dia berkata jujur.
Suatu saat weekend aku berbicara dengan Jovita, aku bertanya Sayang,
kenapa sih, koq kamu mau menikah denganKu..?.Ah Mas gimana sih, yah saya
sangat mencintai Mas. Aku tersenyum dan membelai rambutnya yang hitam
terurai.
Aku menatap istriku, cantik sekali dia.
Lalu aku berkata, eh kamu kenal sama si Amran kan. Lalu Jovita berkata iyah, kenal teman sekantor kamu yang ganteng itu kan.
iyah, benar, dia itu sering nanyain kamu loh, dia itu tergila gila sama kamu.. kataKu.
Masa sih mas kata Jovita bersemangat.
Iyah, benar kataKu. Jovita diam.
Eh mau gak, kalo misalnya kamu selingkuh dengan dia.
kataKu tiba tiba, yang aku sendiri tak berpikir seperti itu.
Aku sendiri tak sadar, mengapa mulutku sampai keluar kata-kata itu.
Ahh.. Mas gila yah ,.. masak istri sendiri di suruh selingkuh sama teman sendiri..,katanya marah.
Dalam hati aku berkata dasar munafik.
Tanpa aku sadari membicarakan ini malah membuatKu birahi.
Aku mencari cara, aku memaikan kata kata. Aku berkata, Jovita, aku kan
suruh kamu main dengan nya, bukan menikahinya, kalau aku suruh kamu
menikah itu namanya selingkuh, kan cuma begituan doang sih.
Dia menatapku, lalu berkata, jadi, kalau aku main sama lelaki lain, itu bukan selingkuh, Mas gak marah?
Arah pembicaraan makin mendekat ke sasaran.
Aku berkata, selama aku tahu ,kamu main sama siapa, dan aku bisa melihatnya, ok ok saja buatKu...
ha.. Yang bener Mas, Mas gak marah?, tanyanya makin penasaran.
engak, kalo marah buat apa aku tawari kamu main sama Amran, kataKu.
tapi, tapi Mas, kata Jovita.
aku berkata tapi..apa sayang.
Tapi mana mungkin cowok selingkuhanKu mau di liatin sama Mas, kalo lagi
main sama aku., Katanya. Ha, kena loh, tanpa sadar dia mengakui punya
cowok selingkuhan.
Aku berkata, Mau, asal kamu bilang siapa nama cowok selingkuhan
kamu...Langsung muka Jovita merah padam,
eh.. Aku aku tak punya cowok selingkuhan.
Aku tak mau membuatnya tak enak suasana hatinya.
Aku langsung merubah arah pembicaraan, Nah, kalau Amran itu mau, gimana kataKu. Jovita Diam, Ohhh, katanya kemudian.
Aku berkata lagi, Nah jadi mau gak main sama Amran?.Ah.. egak..Mas gila yah, katanya.
Kesabaranku habis, lalu aku berkata, masa sih kamu cuma mau main sama Pak Dzaki.
Mas.. Apa apa menuduhku sama Pak Dzaki katanya tak mengakui.
Aku menceritakan semuanya. Jovita menunduk dan menangis.
Mas, baiklah aku salah, aku siap kamu cerai Kan.
Aku mencium keningnya, Sayang, mana mungkin aku menceraikan kamu, kamu
tahu aku sangat mencintaimu, aku tak bisa hidup tanpamu kataKu.
Jovita tetap menunduk dan menangis, entah apa yang dipikirnya.
Aku berkata lagi, Aku kan sudah bilang, kamu kan cuma main sama Pak
Dzaki, tapi kau tak cintainya Kan, Kamu tetap cinta sama saya kan
sayang?. Jovita menjawab terbata-bata, Iya, Mas saya masih tetap
mencintai Mas.
Aku mencium keningnya lagi, maaf sayang, aku telah membuatMu menangis...
Lalu aku menceritakan semuanya.
Mas, jadi Mas malah nafsu, melihat saya di main sama Pak Dzaki?,
katanya.
Iya, benar aku tak bohong, itu sebabnya aku mau melihat kamu main sama
Amran, tapi kalau kamu tak mau, yah sama siapa deh yang kamu suka,
kataKu lagi.
Pembicaraan kita makin terbuka, Jovita mulai berani berkata blak-blakan.
Bener yah Mas, tidak marah, tidak cemburu dan tidak menceraikan sayajanji.., katanya.
Aku bilang janji.
Lalu Jovita berkata, gimana sama Pak Dzaki lagi.
Tapi dia tak akan mau kalau aku tontonin, kataKu. Jovita berkata dengan
genitnya, Mas ngitip aja. Setelah berpikir untung rugi, aku setuju,
lagian ini kan pertama kali dia selingkuh dengan izin suaminya, jadi
biarlah dia yang lead the game, pikirKu.
Pas ini week end. Aku lalu menyewa villa. Aku cari yang kamarnya dua.
Dan aku mendapatkannya. Karena Villa itu Villa tua dinding terbuat dari
kayu. Sudah banyak yang berlubang. Jadi dari kamar sebelah aku bisa
melihat jelas seluruh kamar yang akan di pakai Jovita.
Aku mengatur, Supaya Jovita mengudangnya datang ke Villa. Dan dasar Pak
Dzaki juga mupeng, walaupun sedang beristirahat, sama anak dan istrinya
mau juga datang. Akhirnya mobil pak Dzaki tiba, dan dia langsung masuk
ke Villa itu.
Sayang, maaf yah aku tak bisa lama lama, istriku menunggu.. tapi aku akan membuat kamu puas deh.. katanya.
Jovita pun berkata, iyah, Mas aku juga, paling 2 jam lagi Mas Joko balik, dari kolam pemancingan.. jadi kita cepat saja yah...
Lalu mereka masuk ke kamar.
Aku menanti dengan deg.. deg..kan.
Pak Dzaki segera melepas seluruh pakaian, tinggal kolor hitannya. Aku
bisa melihat di balik kolornya sudah menyembul penisnya yang ngaceng
itu. Aku terus memperhatikannya, Lalu Dia menghapiri istriKu dan
menjilati leher istriKu.
Istriku mendesah desah. Lalu Pak Dzaki mulai membuka baju atasanNya.
lalu Branya. Dan mulai menjilati teteknya.
Jovita mengelijing. Aku melihatnya dengan menahan nafsuKu. Jovita
mendesah desah, tak peduli padahal dia tahu suaminya sedang mengintip.
Pak Dzaki dengan lahapnya terus menjilati buah dada ranum istriKu.
Pentilnya juga di sedot-sedot. Jovita makin mengelijing. Aku bisa jelas
melihat putting istriku makin mengacung, yang menandakan dia horny
berat, dan aku yakin vaginanya sudah banjir.
Lalu aku melihat, tangan Pak Dzaki mulai menyusup masuk ke rok mini
istriKu. Jovita mengelijing, Ahhhhsss.Mas, ahhh Jovita jadi gatel nih.
Pak Dzaki melepas rok mininya. Lalu jarinya kembali ,bermain di
selangkangannya.
Aku benar benar penasaran. kontolku ngaceng sekali. Aku mengambil HP Ku.
Lalu aku SMS dia. Aku suruh dia ke kamar sebelah sebentar.
Setelah Jovita membaca SMS ku, lalu dia berkata, Maaf, mas aku ke WC
dulu, perutku tiba tiba sakit... Tanpa banyak berkata istriku,
meninggalkan Pak Dzaki sebentar.
Jovita masuk ke kamar. Aku langsung melumat bibirnya. Aku Nafsu sekali.
Lalu menyelipkan tanganKu ke celana dalamnya. Aku meraba vaginanya, Wah
vaginanya benar-benar basah.
Aku lalu menyuruhnya kembali ke kamar sebelah.
Karena aku melihat Pak Dzaki mulai gelisah. Dan Begitu melihat Jovita kembali langsung dia memeluknya lagi.
Sayang isepin kontolKu dong.. katanya. Pak Dzaki melepas kolornya, dan berbaring di ranjang.
Lalu Istriku memegang penisnya dengan nafsu. Lalu mengulumnya. Kepala Jovita kemudian ,mulai naik turun.
Pak Dzaki, mendesah keenakan. Dan IstriKu terlihat begitu nafsu menyedot penis hitam dan besar milik Pak Dzaki.
Aku melihatnya dengan penisKu yang mengaceng tegang. Lama aku
melihatnya, sampai Pak Dzaki berkata, Ahh.. Aku sudah gak tahan. Lalu
Dia merebahKan IstriKu, melepas celana dalamnya.
Mas, jilatin dulu dong, itil Jovita, gatel nih, Kata Jovita.
Pak Dzaki tersenyum, Oh mau yah, Pak Dzaki mulai menjilati vagina istriKu. Dan IstriKu mengeliat geliat ke enakan.
Ohhh terus Mas terus gatel banget nih itilnya terus. Dan Pak Dzaki, makin Asik terlihat menjilati vagina istriKu.
Aku menurunkan resleting celanaKu, dan membiarkan penisku mengantung
bebas.Sambil perlahan aku memegang batang penisku sendiri.
Jovita makin mendesah desah, Ahhh.. terus terus, aku hampir keluar nih.
Pak Dzaki masih menjilatinya. Dan, Ahhh aku keluar... Istriku
mengelepar. dan kejang. Pak Dzaki yang sudah tak tahan, langsung
memasukan penisnya.
Auww, pelan pelan Mas.., kata Jovita.
Dan Pak Dzaki mengoyang. Membuat IstriKu menjerit jerit mengila.
Aww ohh ngilu ohh.
Pak Dzaki terus mengoyangnya. Aku melihat dari belakang buah zakarnya bergoyang-goyang.
Terus mengoyang IstriKu. Dan IstriKu tampak mengelijing, dan mengeram.
Ahh, Mas terus, terusmas, Kata istriku tak malu malu.
Kira kira 10 menit lamanya, vagina istriKu diblender penis besar pak Dzaki ,dan,
OHHH.. Aku keluar.
Tampak pak Dzaki, membenamkan penisnya dalam-dalam, di liang istriku.
Perlahan Pak Dzaki mencabut penisnya. Terlihat lelehan spermanya keluar
dari lobang vagina istriku.
Mas, sudah mas pergi, nanti suami ku kembali loh, kata istriku.
Lalu pak Dzaki segera, berpakaian, Dia segera pergi. Sedangkan aku
segera ke kamar istriKu Istriku masih terbaring lemas di ranjang.
Aku menatap vaginanya yang membengkak, dan di penuhi sperma pak Dzaki.
Wahh, Kamu puas gak sayang, kataKu. Jovita tak menjawab, tapi tersenyum.
Aku membuka celanaKu, dan penisKu yang ngaceng itu, aku sodorkan di mulutnya.
Sayang, sedotin yang enak yah, kaya tadi kamu nyedotin kontol pak Dzaki. IstriKu tersenyum, lalu menyedot penisKu.
Dia menyedotnya nafsu sekali. Nah ini baru istriku, kataKu dalam hati.
Istriku terus menyedot penisKu. Ini luar biasa, baru kali ini, istriku
meyedot penisku dengan begitu nafsu.
PenisKu dikocok, dijilat dan disedot.
Nafsu birahi yang aku tahan dari tadi Akhirnya terlepas. Aku keluar,
spermaku muncrat membasahi mulutnya. Rasa nikmat ini luar biasa
Sayang, aku nikmat sekali, kataKu sambil mencium keningnya.
Setelah beberapa saat, penisKu kembali bangun.
Aku berkata, Sayang, mas mau entot kamu boleh gak ?
Ah Mas, setiap saat, kapan mau mau, kata istriku.
Istriku bangkit, Mas saya cuci dulu yah.
Aku menarik tangannya, tak usah sayang, aku mulai memasukan penisKu.
Tanpa merasa jijik oleh sperma pak Dzaki yang masih belepotan di vagina
istriKu.. Jovita mendesahAhh, Iya h terus, aku enak, Mas terus.
Aku terus mengoyangnya. Dan Jovita terus mendesah desah,
Ahhh teruss enakenak, katanya.
Aku terus mengoyangnya. kira kira 5 manit, Jovita mengejang, Mas, aku
kelurrr. Tubuhnya kejang, dan mengelijing. Wah baru kali ini Dia
mencapai orgasme dengan cepat, ketika aku bercinta dengannya
Aku bertahan, diam sesaat, membirakan istriku menikmati orgasmenya, lalu
kembali mengoyangnya.
Dengan ritme yang lembut, dan perlahan ritme itu aku naikkan. Aku memcoba bertahan, aku ingin dia orgasme kembali.
Setiap kali aku sudah mendekati puncakku, aku diam sebentar, dan bergerak lagi, sampai kembali Jovita mencapai titik puncaknya.
Kembali Jovita mengejang. Dan aku pun juga menyemburkan benihKu dalam lobangnya.
Jovita memelukKu.. Mas, tadi itu aku nikmat sekali Katanya.
Aku tersenyum, aku tahu kataKu dalam hati.
Mas, benarkan mas tak akan menceraikan Ku. katanya.
Aku tersenyum saja. Jovita menatapku, ada keraguan di hatinya.
Mas, kalau mas mau menceraikan saya, saya rela, katanya.
Aku mencium keningnya.
Sayang, kamu itu wanita yang perfect buatku, aku sangat mencintaimu, we
will be together forever and ever, till death do us part.
Aku tertidur pulas, tak ada rasa cemburu, tak ada rasa amarah. Yang ada
hanya rasa puas.
Hari hari, selanjutnya Istriku malah jujur samaKu. Dia berjanji tak mau
lagi main sama cowok lain tanpaKu. Jika hasrat, sexnya meninggi dan lagi
sangat mood, dia memintaKu ,untuk main seperti itu.
Sayang, masa sih, Dzaki terus, memang engak ada cowok lain.. Aku aja
bosen, masa kamu engak bosen sih coba kontoll lain dong, kataKu.
Jovita berkata, engak ada mas, benar, selingkuhan ku cuma Dzaki
Aku diam.
Lalu istriKu berkata, Ayo dong Mas, atur supaya aku bisa main sama Dzaki, lalu nanti baru kita ngentot, lagi pengen nih...
Gimana kalau dengan Si Amran.., kataKu.
Aku kan ngak gitu kenal, Mas engak enak, katanya ragu.
Iyah, tapi kan bisa aja kenalan dulu.. emang kamu tak suka., kataKu lagi.
Bukannya tak suka, aku sih suka, tapi nanti dianya yang gak suka sama aku.
Aku kan pernah bilang Amran itu tergila gila padamu... IstriKu diam.
Gimana aku atur yah, main bertiga sama Amran, kaya di bokep gitu.
Ihh Mas..ah terserah mas deh, kata istrikKu lagi.
Akhirnya aku menelpon Amran temanKu, aku atur. Aku suruh dia Booking hotel dan langsung menunggu di Kamar.
Amran sudah Ok. Lalu aku menyuruh IstriKu berpakaian sesexy mungkin.
IstriKu memakai baju terusan. Baju itu pendek. 10 cm di atas lututnya.
Aku yang melihatnya saja nafsu.
Sesampainya, Amran langsung menyalami istriKu.
Wah sexy sekali kamu Jovita, katanya.
Aku lalu berbisik, tuh, kan kamu tak percaya.
Lalu aku berkata, Amran kamu cumbui dulu Sherrly yah, yang mesra.., kataKu. Lalu Amran membawa Jovita duduk di ranjang.
Jovita Agak canggung, mungkin baru kenal Amran. Lalu Amran segera,
membelai belai rambutnya, rambut halus sekali. Dan Amran melumat
bibirnya. Istriku pun tak menolak dan membalasnya.
Mereka saling berciuman.
Tangan Amran perlahan mulai bergerilya meraba buah dadanya. Jovita,
mendesah pelan, Asshhh ahhh. Jovita tidak memakai BH. Aku sengaja
memang. Tadi aku melepas BHnya di mobil.
Karena Amran merasa Jovita tak memakai BH maka Amran tampak semakin
nafsu.
Dan dia meraba raba bukit kembar istriKu dengan nafsu. Dan Jovita pun makin mendesah, asshh.ahhh.ahh..
Sambil bibir mereka tetap menempel, tangan Amran menyusup masuk ke baju Istriku.
Jovita pun mengelijing, ahhhss.ahhh.ahh... Aku makin konak, penisku
rasanya mau mencuat keluar.
Jovita tampaknya sudah bisa menerima Amran. Lalu perlahan Amran melepas
pakaiannya. Lalu mulai melumat buah dada istriku penuh nafsu.
Jovita mengelijing dan mendesah kenikmatan, ahhhh.ashh.hh. Ahhh Mas
Amran.. Aku nafsu nih jadinya.
Amran menyedot nyedot pentilnya. Pentil istriKu tampak keras dan tegang. Aku lalu mendekat dan duduk di sebelah istriKu.
Aku membuka lebar kakinya. Aku raba selangkangan celana dalamnya. Celana dalamnya mulai basah.
Aku tak mau keduluan Amran. Aku membuka celana dalam istriKu. Aku jilati
itilnya. Jovita menjerit kenikmatan, AHHH. Mas Enak, itilnya dong aduh
Gatell. Tangannya memegang kepalaKu dan di tekan ke vaginanya.
Sedang Amran terus memainkan buah dadanya.
Aku terus memainkan klitorisnya dengan lidahKu. Lobang vaginanya aku
sodok dengan jariKu. Berlendir sekali. dan sebentar saja istriKu
mengejang, Mas aku tak kuat, ahh udah gatel banget.
Dia mencapai orgasme dengan dasyat.
Aku melepaskannya. Juga Amran. IstriKu tergeletak ngos-ngosan.
Amran, gantian jilati memeknya, kataKu.
Lidah Amran langsung bermain di memeknya. Jovita mengelijing kembali.
Ahhh udah, ngilu Mas.. Ahhentot aja entottt.. Aku., pintanya.
Tapi Amran terus menjilatnya. Tak peduli istriku meronta. Amran menahan
paha istriku ,dan terus membiarkan lidahnya menari di klitoris istriku,
sampai istriku kembali kejang lagi.
Dia orgasme lagi.
Lalu Amran membuka pakaiannya, penisnya ternyata lumayan besar. Amran
mengarahkan penisnya ke mulut istriku. Jovita langsung melahap kontol
itu, dengan nasfu sekali. Menyedotnya.
Tapi itu tak lama, rasanya Amran sudah tak sabar, ingin mencicip vagina istriKu.
Lalu perlahan penisnya di tekan masuk liang sagama istriKu.
Ahh ,pelan pelan mas , desah istriKu. Dan Amran pun mulai goyang.
IstriKu mulai mendesah desah dalam kenikmatannya.
Aku membelai-belai rambut istriku. Mencium bibirnya nafsu.Enak tidak sayang kontol Amran kataKu.
Enak, ahhahh enak kontol mas Amran enak, Katanya.
Kata katanya menbuat Amran makin nafsu. Amran lalu makin cepat, dan menekan makin dalam.
Ahhh.. gila terus.. Aku gatel aku gatel banget mas..
Aku membuka celanaKu. Aku sodorkan penisku ke mulut istriku.
Dan Jovita mengemot penisKu nafsu sekali. Yah baru kali ini Jovita
mendapat pengalaman ini, saat dia main dengan cowok lain, dan mulutnya
mengulum penis suaminya. Seperti di film bokep.
Amran terus mengocok penisnya dalam lobang vagina Jovita.
Dan istriku pun makin nafsu mengemot penisKu.
Kemudian Jovita meleguh, Auuuwwa, Maas aku keluarrr Tubuhnya kejet
kejet. Dan melepas penisku dari mulutnya. Aku mengocok penis yang sedang
tanggung Ku dan Sroottt.. spermaKu memuncrat keluar.
Dan Amran mempercepat irama gerakan penisnya. Istriku mengeliat seperti penari ular.
ahhhohh.., lalu Amran menembakan spermanya dalam lobang vagina istriku.
Kami bertiga sama sama lelah. Kami beristirahat, sambil makan.
Sambil bercanda dan berbincang bincang. Istriku, sudah bisa menerima
Amran. Dan dari cara bercandanya pun tak jauh dari hal-hal porno.
Kami mulai menjadi horny kembali. Amran yang sudah mulai horny.
Sambil duduk di sofa dia memperlihatkan penis besarnya mengacung.
IstriKu menatapKu, seperti minta izin sama aku. Aku berkata, Sedot deh
Istriku menungging dan mengemot penis Amran yang duduk di sofa.
Melihatnya penisku juga ikut ngaceng. Pantat istriKu yang menunging
indah sekali aku menghapirinya, aku melebarkan kakinya, aku meraba
vaginanya yang basah. Dengan menunduk aku membelah pantanya, menjilati
klitorisnyanya.
IstriKu mengelijing dan melepaskan penis Amran dari mulutnya
Oahhhahhhhh
Amran bertatakenapa sayang.
ohAshshh itilku jadi gatel.. di jilati suami Ku ohh Masss, desah istriku dengan genit.
Aku terus menjilati klitorislnya.
Dan Jovita mengelijing dan terus mengemot penis Amran. Aku terus
menjilati klitorisnya yang semakin membesar karena nafsu.
Jovita tetap asik mengemot dan menjilati penis Amran. Lalu aku mulai
mengesek kepala penisKu ke belahan istriku dari belakang istriku.
Dia mengelijing, Ahhh..ahhh masukin aja mas masukin aja.
Aku tekan penisKu dalam posisi istriku menunging.
Terasa sekali vaginanya menjepit erat penisKu.
Aku terus mengoyangnya, dan Jovita menggelijing dan mendesah desah
Ahhh, Mas.. terus.. tekan., dan aku terus mengoyangnya dengan nafsu.
Kira-kira 10 menit, mengejang, Ahhh, Mas aku keluar., tubuhnya kejang
Aku semakin nafsu, ada kebanggan tersendiri buatku, dapat membuat
istriku orgasme. Aku terus menggoyangnya, sampai aku juga keluar. Dan
Amran pun keluar. Kita sama-sama puas hari itu.
Aku suka sekali, banyak yang bilang aku gila, tapi tak peduli, yang
penting aku menikmatinya. Sekarang, aku dan Istriku makin terobsesi,
untuk bermain dengan cara ini.