Kumpulan Cerita Sex , Cerita Seks Dewasa, Cerita Dewasa , Cerita Seks , Cerita Seks Remaja , Cerita Sex Sedarah , Cerita Sex Hot Tempat berbagi Cerita & Foto Sex, Dewasa, ABG, HOT, Tips Bercinta : Cerita Seks Memek Berdenyut Jenny.
3 bulan berlalu sejak pertama kali Jenny menceritakan kisahnya padaku,
sampai suatu hari tanpa disangka hari itu Jenny mendatangi tempatku dan
melanjutkan cerita masa lalunya Memang kami sempat bersms-an sejak
pertemuan kami yang terdahulu, namun kami hilang hubungan sejak aku
kehilangan Handphoneku, celakanya aku tak punya back-up nomor
teleponnya.
 |
| Cerita Seks Memek Berdenyut Jenny |
Kedatangan Jenny hari itu membuatku tertegun, senyumnya menyambutku saat
membukakan pintunya, cahaya keindahan membuatku tak sanggup melakukan
apapun selain membalas senyumannya..sebelum mempersilahkannya masuk,..
Setelah bercanda beberapa saat, Jenny pun mulai bercerita, namun
wajahnya yang cantik ditambah lagi kakinya yang putih mulus dan hanya
sebuah celana pendek mini yang menutupi pahanya itu, membuatku sedikit
kurang konsentrasi mendengarkan ceritanya, namun aku masih dapat
mendengarkan garis besar cerita yang keluar dari bibir mungil indahnya,
meski sesekali diselingi oleh isak tangis
Dari ceritanya pun aku sadar bahwa benar dan salah dalam kehidupan
seseorang hanyalah sebuah perspektif pandangan, sesuatu yang kotor dan
buruk buat kita, belum tentu seperti itu dalam pandangan orang lain,
semua hanya sebuah masalah sudut pandang dari tidak adanya sesuatu yang
Mutlak..
Demikianlah yang kudengar
Hari itu, lewat tengah malam, seluruh tubuhku sungguh terasa penat, aku
tak pernah menyangka untuk pertama kalinya dalam hidupku aku mengalami
perkosaan, tapi yang tak bisa ku pahami justru aku yang begitu menikmati
pemerkosaan ini, entah apa yang salah dalam diriku, perlahan aku
memarkir mobil-ku disebelah mobil papa, Pak Tono satpam rumah ku yang
membukakan pintu, sedangkan pak Ramses, satpam yang satunya membukakan
pintu garasi perlahan agar tak membangunkan Papa, mungkin dia kasihan
melihatku yang sering dimarahi Papa bila pulang terlampau malam,..
Pak Ramses perawakannya besar tegap, berasal dari sebelah Timur
Indonesia, ya seperti kebiasaan orang dari sana, tubuhnya Hitam dengan
rambut keriting, apalagi dia sengaja memelihara kumisnya yang melintang
di atas bibirnya yang tebal, namun sungguh dia orang yang baik,
terkadang dia berbohong pada Papa, tentang waktu kepulangan-ku, ya
walaupun Papa sibuk namun dia begitu disiplin dengan aturan waktu,
bahkan cenderung keras
Makasih ya pak Sapaku pada Pak Ramses Papah, udah tidur? Tanya-ku sambil memencet tombol alarm mobilku,,.
Sudah non, Tuan pulang jam 9an tadi, sekarang pasti sudah tidur Pak
Ramses menjawab, Katanya Tuan mau keluar negeri ya non besok, jadi
pasti sudah tidur
Aku pun mengangguk mengiyakan keterangan dari pak Ramses, sedikit lega
karena memang kebiasaan Papa untuk pulang cepat dan segera Tidur karena
besok pagi dia pasti langsung ke bandara..
Saya tinggal dulu ya Pak Aku pun membuka pintu yang berhubungan dengan Ruang tamu di rumah utama,..
Selamat istirahat ya non , malam kata pak Ramses, aku dapat merasakan
tatapan mata pak Ramses, ke seluruh tubuhku yang tampak kumal. Ya
mungkin dia sedikit aneh dengan keadaan-ku yang tampaknya sangat letih
dan agak kumal , ya semoga saja dia tidak curiga, semoga..
Rasanya baru saja aku menutup mata ini, bahkan aku hanya sempat mencuci
tubuhku sebelum berganti dengan lingerie tidurku, namun aku dapat
mendengar Bo Inem mengetuk pintu kamarku,..
Non, non sudah bangun Tanya Bok Inem dari balik pintu kamar Tuan manggil non ada di ruang tamu
Iya bok, bilang ke Papah bentar lagi aku turun jawabku Tolong bikinin susu hangat ya bok
Baik non,.. Terdengar langkah kaki bok inem yang melangkah turun,..
Kepala ku masih terasa pening, namun aku pun bergegas berdiri dan
berjalan menuju Tolet ku, mengamil sisir untuk sedikit memperbaiki
penampilanku
Tak lama aku pun turun menuju ruang keluarga, ( > papah dulu kerja
keras) papa dan mama tampak sedang berbincang, aku pun menyela
pembicaraan mereka,..
Pagi pah, pagi mah sapa-ku, sambil duduk di sofa di samping papa.
Ini dia anak papa yang cantik.. aku pun mencium papa dan mama..
Papah kapan pulang ?? Tanyaku.. Bok Inem membawakan Susu hangat yang tadi aku pesan,.. Makasih Bok kata ku pada bok Inem
5 sampai 6 hari sayang, kenapa ?? Tanya Papah..
Ga papa sich, kan aku kangen ma papah.. Jawabku manja, papa pun mengelus kepalaku..
Dasar anak papah ini manja banget sich.. Mama-ku tersenyum melihat kemanjaan-ku pada papah..
Pasti anak papah mau oleh-oleh sesuatu tuch Mama-ku mengejek-ku nakal..
Iya, nich, pasti kamu pengen sesuatu kan, makanya manja begini.. Papah pun ikut-ikutan mengejek-ku
Wajah-ku pun memerah,.ya jelas lah aku pengen sesuatu seperti Tas, Sepatu, ataupun Baju, Paris gitu lohhehehe
Aku kan memang manja pah, mah..hehehe, tapi kalo dipaksa ya aku pengen Tas dechhehehe Jawabku masih dengan nada manja..hehehe
Dasar anak papah ini Papah tertawa melihat kelakuanku.. Mamah mau apa ?? Tanya Papa,
Mamah mau papah pulang dengan selamat aja.. kata Mama
Aku pun gak mau kalah, Iya pah, yang penting papah pulang selamat , sehat , tambah gagah yah pah hehehe canda-ku
Tawa mereka pun meledak mendengar kemanjaan aku,.. Iya sayang, papah
juga pengen cepet-cepet pulang cantik, oh iya kemaren malem kamu
kemana??
Papah kangen banget ma kamu sampe pulang cepet..
Iya kan mamah sudah bilangin ke papah, Jenny ke pesta Ulang Tahun temennya itu pah Mamah mengingatkan papah,
Ke pesta Ulang Tahun siapa sayang ?? kamu pulang jam berapa kemarin malam ??
Tanya papah padaku..
Iya jadi gini pah, aku gak tahu papah mau pulang cepet . Aku pikir
papah bakal pulang malem lagi, jadi aku pergi aja ke ultah temenku, Jam
11an aku juga udah pulang, Tanya aja pak Ramses Kataku setengah
berbohong untuk meyakinkan papah dan mamah..
Papah udah tidur jam 11an makanya aku juga tidur, kan aku liat kamar
papah ma mamah udah gelap jadi takut aja ganggu papah dah tidur.. memang
papah pulang jam berapa ? Terangku, papah tampak tersenyum melihat
wajahku yang lucu saat bermanja-manja seperti itu
Iya jam 9an dech kayaknya papah sampai rumah ya mah ?? Kata papah
setengah bertanya pada mamah yang dijawab dengan anggukan mamah,.. Yawda
gapapa, nanti kita pergi ya minggu depan waktu papah udah pulang, kamu
udah libur-kan ?? Tanya papah,..Untung saja Papa gak curiga dan marah,
ya walaupun Papa terlihat segitu baiknya, namun soal waktu dan pulang
malam dia sangat-sangat Bawel, ya menurut dia gak pantes untuk wanita
seperti aku pulang terlampau malam,..
Iya pah, bener ya..hehehe aku tersenyum rindu rasanya untuk kami
sekeluarga bisa bertamasya, papa terlalu sibuk dengan pekerjaannya
sekarang, mendengarnya saja sudah bisa mengingatkan ku pada masa-masa
terdahulu saat kami masih memiliki waktu yang luang untuk bisa
bersama-sama..
Tuan, mobilnya sudah siap Sela Yogo, supir Papa mengingatkan
majikannya, perawakannya sedang dengan rambut yang dipotong pendek mirip
Tukul, giginya ompong lagi, tapi orangnya setia dan bisa diandalkan
sudah 15 tahun dia ikut Papa,
Ok, makasih ya Wo Jawab Papa, Tolong koper saya dibawa saja dulu ke bagasi
Baik Tuan Yogo pun berbalik sambil mengangkat Koper yang terletak dekat cabinet,..
Yawda, papah berangkat dulu aja, nanti ketinggalan pesawat lagi ingat Mama,.
Iya dech,.. Papa pun mencium kening mama Papah berangkat dulu ya Mah ,
Jenny pap pun mencium sayang pipi-ku,,.Geli dech rasanya saat kumis
papa menubruk pipi-ku, tapi aku tahu itu tandanya dia sayang sama aku
Aku pun gantian mencium Papa,..Kami pun berjalan keluar menuju teras, sementara Yogo membukakan pintu mobil buat Papa..
Jenny , jangan nakal-nakal ya.. Jagain Mama, awas ga ada Papah pulang
malem-malem ya .. Dari nadanya terdengar dia sedikit khawatir, aku tahu
andai saja masih Ada Samuel, Adik kembar-ku yang meninggal waktu berumur
3 tahun pasti Papa lebih tenang meninggalkan keluarganya,..
Setelah kematian Samuel, Mama berusaha mengandung lagi namun beberapa
kali dia keguguran, hingga Papa melarang mama untuk hamil lagi, padahal
justru Opa dan Oma begitu cerewet menginginkan cucu lelaki,..
Papa pun melambaikan tangan dari balik kaca mobilnya, sebelum mobil-nya berjalan mengantar Papa pergi ke bandara..
Aku dan Mama pun berjalan masuk Baru beberapa langkah Mama sudah berbicara..
Jenny, kamu kemarin pulang jam berapa ?? Jangan bohong ke mama
Aduh mati aku,.. Ya jam segitu mah, jam.. hehehe
Nakal ya anak Mama, Mama tidur jam 12 kamu masih belum pulang, Mama ga mau aja kamu diomelin ma Papa tadi
Iya dech Mah, maap Jenny ga gitu lagi ya..Janji Kataku sambil mengacungkan jari kelingkingku membuat janji ke Mama.
Nakal kamu ya..heehehee Mama gantian memeluk ku sekarang,.. Kamu mau sarapan sekarang ?? Tanya Mama..
Nanti dech mah, aku masih ngantuk banget tidur dulu ya ?? Rayuku
Ya sudah, tapi sebelum jam 9 kamu bangun ya..Mama mau pergi belanja, temenin Mama ya ?? Ajak Mama
Siap Bozzz hehehee Jawab-ku..
Ya kamu tidur dulu sana sayang.. kata Mama,.
Aku pun mengangguk sambil melangkah ke tangga menuju kamar tidurku
Itulah keluarga ku terkesan begitu sempurna untuk-ku, dimana semua yang
orang-orang inginkan hampir aku miliki semuanya, andai semuanya
sesempurna itu, hingga aku pun selalu malu untuk mengakui betapa
rusaknya aku, bagaiamana kalau Papa sampai tahu , anak kesayangannya ini
sudah tidak suci lagi, bagaiamana bila mama tahu kehidupan-kehidupan
malam-ku,..aku benar-benar tak mampu membayangkan bila semua ini sampai
terbuka dihadapan mereka.Tak mampu aku membayangkannya, namun andai
semua sesempurna ini..
Berat sekali rasanya mataku, begitu sampai di kamar tak berapa lama aku pun langsung terlelap..
Tak percaya rasanya Tono dan Yogo melakukan ini pada diriku, padahal
mereka tahu di dapur ada Mama dan Bok Inem, bagaimana bila mereka sampai
mendengar desahan-ku, namun dibawah ancaman mereka, apalagi mereka
sengaja menjebak dengan merekam adegan yang aku lakukan bersama (
Cowonya Jenny ) sebulan yang lalu, aku tak pernah sadar kalau setelah
rumah kami yang dibobol maling bulan lalu Papa sengaja menaruh kamera
rekaman di ruang tamu,.. Padahal pagi ini semua terasa biasa..
Wo, No Mama kemana ya ?? tanyaku pada Yogo dan Tono yang kebetulan
sedang lewat di taman,..sementara aku menikmati udara pagi sambil
meminum susu hangat buatan Bok Inem , pantulan-pantulan cahaya dari
kolam renang membuat taman-ku itu terlihat lebih menawan. Karena itu
Aku, Papa dan Mama sering menghabiskan hari minggu pagi kami disini,
sambil menyantap sarapan kami..
Katanya pergi belanja non, tadi saya mau antar tapi Nyonya pergi sendiri,.. Jawab Yogo. Sambill membungkuk sopan,..
Oooo Kata-ku, sambil mengangguk mengerti Ya udah, oh iya kalo ketemu
Bok Inem atau Odah, tolong kasih tahu bawain handuk saya ya, saya mau
berenang
Baik non, ada lagi ?? Kata Yogo, dan Tono si satpam berbarengan, aku
pun menggelengkan kepala, tak lama mereka pun melangkah pergi dengan
sopan,
Namun aku merasakan sedikit kejanggalan, tatapan mereka seolah
menelanjangiku yang sat itu hanya berbalut Daster biru tipis yang
mencetak pakaian renang two piece,..
Berbeda dengan tatapan mereka selama ini, namun aku tak mau terlalu
ambil pusing dengan yang seperti itu, tak lama Odah dating membawakan
handuk untuk-ku, setelah menghabiskan susu hangat-ku di cangkir aku pun
langsung meloncat ke dalam kolam
Beberapa menit aku berenang sendirian, hingga terdengar suara Mama
memanggil dari tepi kolam,..
Jenny panggil mama, aku pun berenang mendekat,..
Kenapa Mah, dah pulang tumben cepet ?? tanyaku Dari mana ?? sambil memuncratkan air kearah Mama..
Dasar kamu.. Mama tersenyum karena candaanku,.. Dari SuperMarket lanjutnya.
Tak lama Bok Inem, datang dari arah garasi sambil menenteng belanjaan, Taruh di dapur aja Nem perintah Mama..
Baik nyonya.. Bok Inem pun berjalan kearah Dapur,,
Anak Mama udah sarapan belum ?? Tanya Mama,.
Udah Jawabku manja, Tapi mau telur keju donk ya ??
Hahaha, dasar kamu, manja ya anak mama , nanti Mama suruh Bok Inem bikinin ya..Kamu berenang dulu aja sana Mama pun berdiri,..
Makacih Ma..hehehe Kataku lagi, sementara Mama membalas dengan senyuman..
Tak lama Bok Inem membawakan sepiring telur keju kesukaan ku, aku tak
menyadari bahwa dari arah Ruang Tamu yang hanya berbatas Kaca dengan
kolam renangku itu, Yogo dan Tono orang duduk di kursi Tamu dengan tanpa
sedikit pun Sopan santun, kaki mereka naik keatas meja, sambil terus
memperhatikan gerak-gerik ku sejak tadi,..
Mereka tampak menikmati tubuhku yang mengkilat karena pantulan cahaya
matahari yang terpantul dari tubuhku yang basahSambil tertawa
cengengesan
Selesai makan aku pun berenang lagi beberapa saat, sebelum akhirnya
kembali naik dan mengambil handuk sambil menyeka tubuhku yang basah, aku
melihat kekiri kekanan, mengawasi sekelilingku, aku benar-benar tak
menyadari saat itu kalau Yogo dan Tono bersembunyi di ruang tamu,
memperhatikan-ku,..
Aku benar-benar tak sadar hingga dengan santainya membuka pakaian
renangku yang sudah tak nyaman digunakan karena basah itu,.. dengan
santai aku membuka set bikini ku yang memang agak sedikit ketat itu,
hingga bila ku gunakan membuat seolah payudaraku mau tumpah,
Tanganku meraih simpul bikini di punggungku, perlahan ku-tarik tali yang
mengikatnya hingga lepas, belum lagi tubuhku yang sedikit basah itu
membuat kedua orang itu begitu menikmati detik-detik setiap adegan
payudaraku dan putingnya yang terpantul oleh sinar matahari..
Aku yakin penis Yogo dan Tono saat itu sontak berteriak kencang, belum
lagi aku masih dengan sangat PD-nya memelorotkan celana dalamku, memang
sich mereka hanya melihat dari belakang, namun itu sudah cukup untuk
mereka berfantasi menyaksikan bokongku yang padat berisi..
Aku pun berganti dengan daster yang tadi kupakai, sebelum berjalan
masuk, memotong kea rah ruang keluarga, namun saat memasuki ruang
keluarga aku menyadari ada orang yang duduk di ruang tamu, perlahan aku
mendekatinya kalau-kalau ada tamu Mama, dengan rambut yang masih basah
dan handuk melingkar di pundakku..
Betapa kagetnya aku saat melihat Yogo dan Tono yang duduk dengan posisi
seperti di warung kopi, terlebih Yogo yang duduk di bangku Papa biasa
menerima Tamu..
Wo !! No !!! Apa-Apaaan luu !! Bentak-ku melihat kelakuan mereka
Hehehe, sabar non, ada yang mau kita omongin nich.. Yogo panic, sambil
mengangkat jari telunjuknya ke bibirnya melarangku untuk berteriak,..
Tono mengeluarkan sekotak HD video dari kantongnya, sambil berjalan kearah TV di ruang tamu dan menyalakan HDPlayernya,
Begitu Tv itu menampilkan isi dari video itu, aku hanya bisa diam seribu
bahasa..Adegan percintaanku dengan Andre di ruang tamu ini dulu, memang
tak tampak wajahku disana, yang membelakangi kamera namun orang-orang
yang mengenaliku.
Kalian, kalian mau apa ?? .. Tanyaku panik Uang ??
Ga koq non, kita bukan mau meres, disini gajinya bagus, cengeges Yogo,
yang tampaknya otak dari semua ini, Cuma mau kayak yang di TV
lanjutnya
Kalian gila.. ingin rasanya aku menangis malu, Matikan-matikan
Tono pun mematikan TV dan mengeluarkan kaset videonya,.. Jadi gimana non?? tanyanya
Jangan pak saya mohon.. Aku memelas
Gimana ya kalau Tuan dan Nyonya tahu kata Yogo mengancam, aku tak dapat
membayangkan kalau Mama dan Papa tahu, jelas ini akan menjadi aib besar
bagi keluarga ini,Aku berfikir keras, namun dalam hati aku mulai
terangsang membayangkan tubuhku diantara tubuh-tubuh kekar mereka..
Gimana Non ?? Tanya Yogo, mambangunkan ku dari lamunan..
Dan sialnya mereka bukan hanya kacung-kacung gagap teknologi, buktinya
mereka berhasil merekam adegan bercinta-ku saat itu, ada sedikit
kekawatiran mereka meiliki copyanya, sehingga ini bukan pekerjaan satu
kali beres..
Desiran seksualku ingin mengiyakan, namun melakukan dengan orang-orang
rendah seperti mereka tentu membuatku sedikit risih dan jijik, namun aku
tahu tubuhku sendiripun mulai bereaksi menikmati sensasi ini, pikiranku
mulai berfantasi membayangkan mereka yang akan segera menyetubuhiku dan
itu membuatku sedikit naik..
Ga ada copy-anya kan ?? tanyaku,..
Yogo menggeleng, Ga non, saya gak ngerti sich hahaha Lanjut Yogo meyakinkan
Jadi ?? Tanya Arno
Aku pun hanya dapat mengangguk mengiyakan.
Nah pinter , Ayo non sini Ajak Yogo agar aku naik dalam pangkuannya
menghadap kearah wajahnya, aku hanya dapat pasrah mengikuti
instruksinya..Sedangkan Tono hanya cengegesan saja sambil mengawasi
keadaan, Mulut bau Yogo melumat payudaraku yang masih dibangku pakaian
tidurku, Kenyal banget non, pasti asyik nich, pacar-pacar non pasti
puas banget ya.. Dia terus berkomentar sementara tangan-nya yang satunya
meremas-remas payudarakuTerkadang menarik putingku yang berwarna
kemerahan itu
Aaah, pak pelan pintaku.. Hmmm aku tak kuasa menahan desah saat Yogo
mengigit putingku..sementara aku dapat merasakan penisnya yang makin
mengeras menekan selangkangan-ku yang tak terbalut celana dalam..,
Biar enak jangan teriak-teriak gitu donk non, mau ketahuan orang-orang
ya.. sambil melumat bibirku, lidahnya menari dalam mulutnya, bau sekali
dan terasa jijik , namun tangannya terus meremas payudaraku membuatku
sedikit melupakan bau mulutnya dan mulai membalas permainan lidahnya,
sedikit menahan desahan dari mulutku..
Liat No, pantatnya, montok bener Yogo setengah berbisik memanggil Arno,
sambil menyingkap dasterku, membuat paha dan bokongku terlihat oleh
Arno,..Tono pun menimpali.. Ya iyalah Wo, **** banget lu, lu liat
sendiri nona cantik kita ini selalu olahraga, tadi aja lu liat sendiri
dari jauh aja udah sekel gitu, ga kayak bini lu dah tua , jelek lagi..
Ejek Tono terkekeh, sambil kembali memperhatikan situasi..
Sedikit Yogo membuka dasterku hingga payudaraku yang memang tak
berbungkus apa-apa itu langsung terpampang didepan kedua bola matanya,,
Yogo menyeringai sebelum dengan lidahnya menyentil-nyentil puting
susu-ku, sesekali membuat pentil ku terpental atas bawah, sebelum
melumatnya, aku dapat merasakan giginya yang agak jarang itu pada
permukaan payudaraku, sesekali puting payudaraku menganjal diantara gigi
ompongnya, Hmmm, memberikan sensasi tersendiri yang aneh namun
membuatku nyaman..
Hmmm, paaakk aku tak kuasa mendesah, berbisik di telinganya,..tanpa
sadar aku pun mengeluarkan lidahku menyentil telinganya, terangsang Yogo
makin liar mengerogoti payudaraku, kiri kanan, kiri kanan..makin lama
makin liar, membuatku makin lupa dengan siapa aku sedang bercinta, belum
lagi rasa tegang takut ketahuan oleh mama di dapur membuat jantungku
makin berdebar kencang memacu hasratku untuk bercinta, pikiranku terus
berimajinasi menikmati pemerkosaan ini
Yogo mulai menurunkan dasterku, hinga menghilang dari pundaku ,
memberikan-nya akses yang lebih leluasa untuk menjelejah di dadaku,
makin lama permainanya makin kasar dan liar, belum lagi lidahnya yang
terus berkelana menyusuri tubuhku, membuatku bergidik saja,..
Dasterku yang tertahan diperutku itu, ditarik naek oleh Yogo, kini dia
menatap vaginaku yang belum sempat dilihatnya dari tadi, segaris bulu
kemaluan yang tak lebat itu mengundang decak kagumnya,..
Hmm , mank kayaknya ga lebat ya non,.. Komen-nya sambil
menyentuh-nyentuh bulu kemalaunku,.. lembut, berarti ga dicukur..hahaha
Jari-nya kini mulai terselip dalam vaginaku sementara Yogo masih
berusaha memfrenckiss ku, aku tak lagi kuasa untuk menolak, apa lagi
Jemari Yogo mulai terselip dalam vaginaku dan mencari klitorisku, yang
membuat vaginaku sedikit basah merasakan sentuhan jemarinya,..
Akhirnya dia berhasil menemukan klitorisku, digeseknya sambil sesekali
menekannya, wajahku langsung berubah menikmati desiran ini, putting
payudarku mulai mengacung akibat hisapan Yogo dan juga rangsangan dari
klitorisku, tertawalah Yogo melihat majikannya ini tak berdaya..
Uhhh , Uhhhh hmmmm Aku hanya dapat mendesa kecil, payudaraku kian mengencang, belum lagi vaginaku yang mulai basah,..
Wangi non..masukin ya ?? Tanya Yogo berbasa-basi..
Aku pun hanya dapat mengangguk saja, apalgi penis Yogo yang tadi
menekan-nekan itu tampaknya demikian keras dan kuat, pendapatku tak
salah, saat Yogo memelorotkan celananya sebatan penis yang laur biasa
keras kini mengacung tegak tepat dibawah vaginaku..
Ayo naikan dikit non pinta Yogo sementara penisnya sudah mengacung
tegak, keras di muka pintu kenikmatanku, aku pun hanya dapat menurut,
tangan Yogo sempat beberapa kali mengosok permukaan vaginaku, seperti
memastikan sesuatu,..terkadang menyentil-nyentil klitorisku membuatku
mendesir nikmat..
Hingga akhirnya Yogo pun menyuruhku menurunkan pinggulku, aku dapat
merasakan bagaimana penisnya mulai menyeruak masuk dalam vaginaku,
membuatku mendesah tertahan tiap kali penisnya masuk tiap inci
memberikan kenikamatan ditengah rasa sakit, demikain juga Yogo yang
turut mendesah menikmati bagaimana vaginaku menjepit penisnya..
Penis Yogo begitu keras menusuk masuk dalam vagina-ku, tidak panjang
namun keras sekali menusuk vaginaku, rasanya seperti sebuah tongkat
masuk dalam vaginaku, walaupun aku belum pernah merasakannya,..Aku hanya
dapat menutup mataku menikmati penisnya dalam vagina-ku, demikian juga
Yogo yang tampaknya menikmati himpitan otot-otot vaginaku yang
membungkus penisnya,..
Gila non, sempit, enak banget kayak berdenyut lagi.. tak jelas Yogo
menyindir atau menghinaku..Pacar-pacar non kecil-kecil ya, masih rapet
banget non , Tono si satpam itu pun tampak tergoda mendengarkan
kata-kata Yogo, sambil senyum-senyum sendiri, sementara aku masih
sedikit kaget dengan penis Yogo dalam vagina-ku yang demikian
keras,..Sampai Yogo menghentak pinggulnya, hingg apenisnya mulai naik
dalam vagina-ku sebelum kemudian hentakannya mulai sering, membuat
vaginaku mulai membasah memberikannya keleluasaan untuk makin cepat
memacu-ku..
Ohhh aku pun makin sering mendesah sebelum dihentikan oleh lidah Yogo
yang kembali masuk dalam mulutku, aku pun segera membalas, mengurangi
desahanku yang makin menggila, nikmat sekali rasanya, belum lagi dipacu
rasa takut yang membuatku makin menikmati ini semua, , Tangan Yogo pun
tak pernah berhenti mengerayangi payudaraku, memilinnya,
mengerayanginya, menambah semua rasa nikmat ini..
Tangan Yogo pun begitu kasar mengerayangi vaginaku, terkadang menampar
bokongku hingga memerah seolah meminta aku menaikinya lebih cepat, lebih
cepat lagi,..berada diatas justru membuatku lebih mudah membuat ritme
yang nyaman buatku, namun terkadang ritme itu seolah membosankan bagi
Yogo, sehingga memintaku lebih cepat memacunya..
Tangan Yogo yang satunya mengengam rambutku agar tak berantakan,
lagipula tampaknya dia menikmati bagaimana mimic ku wajahku saat ini,
terkadang aku hanya dapat menutup mata memandang wajah Yogo yang luar
biasa jelek itu, dengan bekas bopeng diwajahnya membuat dia lebih buruk
lagi..
Sesekali aku mengigit bibir bawahku ya sekedar menetralisir rasa nikmat
oleh goyangan ku sendiri, sesekali memang Yogo yang pegang kendali
pinggulnya dinaik turunkan menekan masuk dalam vaginaku, wow, rasanya
luar biasa bagaimana penis kekar itu membelahku,..
Lidah Yogo pun tak berhenti sekedar menciumi ku, terkadang lidahnya memoles wajahku sambil menceracau tak jelas,..
Wajah non cantik sekali..
Licin banget non
Ataupun bermain dengan telingaku membuatku makin terangsang menikmati ini
Yogo memindahkan kaki ku dari bersimpuh kearah pundaknya, dengan begitu
membuatnya makin mudah menerobos vaginaku, kini kendali permainan
benar-benar ada ditangannya, kini aku tak dapat lagi mengontrol nafas
untuk mencegah diri-ku mencapai organsme dengan cepat,
Namun baru 5 menit aku dipermainkan, sungguh aku tak mampu lagi bertahan
lebih lama, hingga dalam satu tarikan nafas yang tak tertahan lagi itu,
aku pun tak kuasa membendung puncak kenikmatan yang begitu dahsyat
Hmmmmmm.. Desahku ditengah ciuman Yogo, memancing Tono untuk melihat kearah kami
Tono hanya dapat melihat takjub saat aku mencapai organsme, seluruh
tubuhku menelikung, sementara cairan vaginaku yang begitu banyak sampai
menetes ke lantai, untung tidak mengenai karpet ruang tamu itu,..
Aku melihat Tono yang tampak sudah tak tahan dan mulai memelorotkan
celananya sambil melangkah mendekat, sementara Yogo begitu menikmati
hasil kerjanya yang telah membuatku mencapai klimaks itu,..
Enak ya non?? Ampe meleleh begitu.. . Aku pun hanya dapat mengangguk lemah, sementara Tono berdiri dihadapanku,
Gila Wo, gue dah ga tahan nich Kata Tono sambil tertawa, celananya
tertahan di kakinya sementara penisnya yang telah menegang itu tepat di
samping wajahku..
Hahaha, emank mantep majikan kita No Komentar Yogo, Tiba-tiba Tono pun
menamparkan penisnya pada wajahku, Hmmm, pak.. Protesku..
Penisnya memang panjang namun tidak sekeras Yogo hingga dapat
dipecutkannya pada wajahku,.. Maaf non.. Tono berbasa-basi, pengen
nyobain non ngemut nich.. hehehe tanpa rasa malu Tono menuntut-ku untuk
mengoral penisnya..
Sementara Yogo terus memompaku, membuat ku sulit untuk sekedar menolak
permintaan Satpam gendeng itu, Hmmm, ga ahhh paaakk, jijjjiiik aku
menolaknya halus,.
Namun Tono menjawabnya dengan tamparan penisnya pada wajahku, sementara
Yogo pun mulai memaksaku memenuhi tuntutan temannya itu,..
Ayo lah non, daripada kita langsung bedua ngerjain non ancam Yogo,
ditengah tawa kecilnya,..Tono pun mengiyakan dan mengacungkan penisnya
didepan mulutku,..aku pun hanya dapat mengiyakan, perlahan aku membuka
mulutku, namun saat Yogo dengan brutal mencengkram payudaraku, aku pun
mambuka mulutku lebar-lebar, sambil berusaha menahan agar tak berteriak
kesakitan, kesempatan itu langsung dimanfaatkan Tono untuk menyodokan
penisnya dalam mulutku,..
Mmmmmpphh Aku gelagapan dihadiahi penis yang tersodok dalam mulutku,
aku menatap wajah Tono yang hanya dibalasnya dengan senyuman
licik,..penis itu serasa membuat seluruh ruangan dalam mulutku penis,
belum lagi masih ada sebagian penisnya yang berada diluar mulutku,
Yogo yang tiba-tiba menggerakan pinggulku kekanan-kiri, membuatku
bagaikan mengulek penisnya, aku pun mulai aktif bergerak sesuai
keinginannya, bagaiakan gerakan membor yang membuat Yogo merem melek
menahan nikmat,..
Sementara Tono pun tak mau kalah start dengan temannya, dia menahan
kepalaku, sementara mulai mengoyangkan pinggulnya menyodok-nyodokan
penis dalam mulutku, puas dengan boranku, Yogo pun mulai kembali
menghentak-hentakan pinggulnya kembali mengerakan penisnya naik turun
dalam vaginaku,
Penis dalam mulutku itu membuatku tak tahu harus apa, sungguh aku
binggung pemerkosaan dengan mata tertutup itu tak memberikan-ku banyak
pengetahuan tentang oral sex, sementara Tono pun mulai memberikan
petunjuk padaku untuk memberikannya rasa nikmat, aku pun hanya bisa
menuruti keinginannya,
Ayo non, tangannya dipake buat ngocok juga Perintah Arno, sementara
terkadang Yogo menusuk-ku dalam-dalam yang membuatku memiawik tertahan..
Tangan kiriku pun meraih penisnya yang berbulu lebat itu sambil
mengoyangkan tanganku mengocoknya, mulutku pun masih menahan penisnya
didalam
Nah pinter, sekarang coba dijilat pake lidah non,.. aku tertegun
mendengarnya..Namun dalam hatiku pun aku mau saja mengikuti keinginannya
Suck up dirty of me ..Kukeluarkan penisnya dari mulutku, kutatap kepala
penisnya yang bagaikan helm mengkilat karena ludahku, perlahan
kujulurkan lidah-ku menyentuh kepala penisnya..
Ohhh, nonn enak.. saat lidahku menyentuh garis di kepala penisnya, Tono
tampak menikmati sentuhan lidahku, namun bagiku terasa aneh dan
menjijikan penisnya terasa asin sementara sedikit aku merasakan penisnya
kian mengeras dalam balutan lidahku pada batang penisnya..
Tak pernah berhenti Yogo memompaku, sementara aku masih sibuk memoles
batang penis Arno, terkadang aku menjilati penisnya sampai kepangkal
yang dipenuhi bulu-bulu kemaluannya yang lebat, bau memang, namun
mendengar dia mendesah menikmati permainan
Yogo menurunkanku dari pangkuannya dan merebahkan-ku di atas sofa,
sementara diangkatnya kedua pahaku pada pundaknya, sebelum akhirnya dia
kembali mendaratkan penisnya dalam vagina-ku..
Hmmm aku mendesir sesaat saat penis Yogo kembali memompaku, nikmat
sekali harus kuakui, rasa Seks yang seperti ini yang telah lama aku
cari, Tono tiba-tiba mengankangiku dan meremas payudaraku, setengah
duduk dia diatas perutku, ditaruhnya penisnya yang panjang itu diatara
belahan payudaraku, smentara tangannya menekan dari dua sisi, taklama
dia pun mengayunkan pinggulnya bagaikan menyetubuhi payudara-ku
Rasanya aneh, sakit memang saat payudaraku ditekannya untuk menjepit
penisnya, namun ada semacam perasaan nikmat, belum lagi Tono tak hanya
sekedar menekannya kadang dia bermain dengan putting payudaraku
menekannya, menariknya, sungguh liar fantasi seksualnya..
Menyaksikan penisnya yang muncul tenggelam dari payudaraku, sementara
penisnya pun seperti akan menyeruduk-ku, wow membayangkan penisnya itu
yang hanya beberapa centi dibawah mulutku, ingin rasanya memasukan penis
itu ke mulutku, namun jelas tak mungkin aku yang memintanya..
Yogo pun masih begitu liar mengerjaiku, penisnya yang kekar itu bagaian
memporak pondakan vaginaku, seluruh otot vaginaku dapat merasakan tiap
sodokan penisnya yang membuatku melayang makin dalam, terkadang dia
mencabut penisnya sebelum memasukannya lagi dengan satu hentakan untuk
memberikan sensasi yang berbeda,
Kadang dia begitu cepat menyodok-nyodokan penisnya, namun terkadang
perlahan membuatku terbuai dalam irama permainanya. Melayang tinggi
menikmati tiap momen penis Yogo menembusku, ditambah lagi Tono yang
sibuk bermain dengan payudaraku
Yogo menggila, penisnya terasa makin mengeras diantara jepitan otot
vaginaku, makin cepat dan dalam menembus tubuhku, nikmat sekali hingga
membuatku tak dapat bertahan lagi mengekang puncak kenikmatan yang
sebentar lagi kuraih, tubuhku mengejang, punggungku sampai terangkat
yang membuat Tono tertawa melepas tangannya yang bermain dengan
payudaraku, membuat penisnya juga tak lagi menempel didadaku,..
Aaaahhh Satu organsme dahsyat disusul sebuah organsme lainnya, yang
menguras seluruh tenaga-ku, sementara Yogo makin cepat memompaku,
sebelum akhirnya tiba-tiba, aku dapat merasakan lelehan sperma yang
menyembur dalam vagina-ku
Membuatku tersadar,..sementara Yogo dan Tono hanya terkekeh penuh
kemenangan, sebelum Yogo mencabut penisnya dari vagina-ku, aku dapat
menyaksikan penisnya yang terkulai tak seperkasa tadi dengan mata
sedikit tertutup dan air mata yang mulai menumpuk di mata-ku,..
Penis Yogo bercampur dengan cairan cintaku dan lelehan Spermanya,
Maap non,, hehehe Kata Yogo enteng,..
Jangan pak, saya mohon jangan di dalam saya mohon, saya gak mau hamil
pak,.. Aku tahu hari ini bukan masa suburku, tapi rasa takut itu masih
saja ada
Ya lu Wo, suka sembarangan aja Tono mencela Yogo sambil terkekeh-kekeh entah apa maksudnya..
Lagi lu bikin jadi becek gini Lanjut Tono sambil menunjuk vaginaku yang
masih basah oleh lelehan sperma Yogo, Tono duduk di sebelah tubuhku
yang lunglai kelelahan akibat permainan mereka tadi,..
Iya-iya map non, Yogo menjawab dengan sedikit tawa tersirat,.
Aku kira semua ini telah berakhir, namun harapan tinggal lah harapan,
belum lagi rasa takut kalau-kalau Mama, Bok Inem, ataupun pembantu-ku
yang lainnya sampai melihat kejadiaan ini, maka habislah sudah,..
Aku pun memohon dengan ketakutan.. Pak, udah ya, kan saya cape.. pelas-ku..
Ah, baru begini non, saya kan belum.. Protes Arno, sementara tangannya mulai mengerayangi pahaku, makin naik kearah pangkal
Liat nich Wo kerjaan lu, Kata Tono kepada Yogo, saat tangannya mulai
memasuki wilayah vaginaku, jemarinya yang besar dari tanganya yang kekar
itu mulai menyelip masuk, membuatku tak lagi dapat banyak bicara
menikmati sensasi yang tersaji..
Jemarinya menyeruak masuk perlahan, menyapu sisa-sisa sperma yang ada
dalam vagina-ku, bergoyang kekanan kekiri di dalam vagina-ku, memberikan
semacam rasa nyaman yang terlarangMataku mulai merem melek menikmati
permainan Jari Tono yang seolah sengaja memancing birahiku,..
Sperma yang menempel ditanganya terkadang di bersihkan pada tissue yang
diberikan Yogo, namun sebagian terkadang justru di olehkan ke dadaku,
jijik sekali aku belum lagi terbiasa oleh bau dari sperma itu, sementara
sperma yang ada didalam vaginaku ternyata banyak juga sehingga
membuatku sedikit khawatir,..
Gila, pejuh lu banyak amat Wo..Hahahaha Kata Arno, sementara Yogo hanya
menggeleng,.. Tenang aja non, Dah saya bersihin tuch,.. Lanjut Arno
Namun tangan Tono yang ada dalam vaginaku belum ditariknya, Tono
tersenyum kecil kearahku, sebelum kembali menggerakan jemarinya dalam
vaginaku, tak lama jari yang mengorek dalam vaginaku justru bertambah,
bergerak cepat keluar masuk dalam vaginaku, namun terkadang perlahan
menyusuri tiap centi liang vaginaku, membuat tubuhku bergerak tak
karuan,..
Aku meraih bantalan sofa untuk menutupi mulutku yang mulai mendesah
kencang, khawatir kalau saja ada yang mendengarnya, sementara tanganku
memegangi perutku yang datar itu, sesekali menahan tangan Tono yang
sadang menyerang masuk vaginaku,
Tono nampaknya belum puas melihatku mendesah tertahan tak karuan seperti
ini , dengan semangat yang makin menjadi, tangannya memompa makin cepat
membuat tubuhku sampai membusung keatas..
Hahahahaha Riuh suara tawa mereka, meski mereka menahannya agar tak
terlalu nyaring terdengar, tampaknya mereka puas sekali melihat tubuhku
yang kelojotan tak karuan itu,
Hebat ya non, bisa sampai begitu,.. komentar Yogo,..
Hahaha, ampe bikin rasanya gimana gitu Tono pun ikut-ikutan, sambil
menraik jemarinya yang basah oleh cairan kewanitaan-ku, melihat tanganya
yang begitu basah membuat Tono kembali tertawa..
Tono dengan sengaja menyodorkan jemarinya pada mulutku, aku berusaha
mengelak sebelum dengan kasar dia menekan kepalaku, dan memaksaku
membuka mulutku menjilati jemarinya..
Gitu donk non, ayo sekarang berdiri.. aku tak punya pilihan lain selain
menuruti kemauanya, lututku rasanya gemetaran saat aku berdiri, lemas
sekali rasanya menikmati pemerkosan ini, orang-orang ini berbeda dengan
partner seks ku yang sudah-sudah mampu bertahan jauh lebih lama, belum
lagi perbuatan-perbuatan mereka yang menjijikan justru memberikan
sejenis kenikmatan yang berbeda..
Tono memposisikan-ku hingga bertumpu pada belakang sofa, setengah
membungkuk, sementara dia berjalan kebelakangku dan langsung
mengesek-gesekan penisnya di bibir vagina-ku, dia tampak menikmati
bagaimana penisnya bersentuhan dengan bibir vagina-ku, sebelum perlahan
dimasukannya penisnya itu dalam vaginaku, perlahan sementara kedua
tangannya mencengkram pinggulku,..
Perlahan penisnya menyeruak masuk, terasa sekali sesekali dia menarik
keluar penisnya sebelum berusaha memasukannya lebih dalam.. Gila, masih
peret aja katanya..
Yogo pun menyeletuk, Iya itu, gila enak banget kan. mereka terkekeh
kecil, sementara Tono pun masih berusaha memasukan sisa penisnya yang
masih tersisa diluar vaginaku..
Penis itu panjang sekali, aku pun hanya dapat mencengkram pinggiran sofa
tempatku bersimpuh , sekedar mengurangi rasa sakit yang nikmat ini ,
beberapa menit Tono berusaha memasukan penisnya, berulang-ulang
hentakan-hentakan kerasnya memaksaku sedikit mendesah menahan nikmat,
hingga akhirnya dengan satu hentakan kuat Tono berhasil memasukan
penisnya amblas seluruhnya..
Uaaaahhh , akhirnya Katanya, sementara aku hanya dapat mendesah sambil
membenamkan wajahku ke sofa menahan sakit..Vaginaku serasa perih
berdenyut, yang justru menurut Tono benar-benar enak tersirat dari
komentar-komentarnya, selama beberapa saat menikmati jepitan vaginaku
pada penisnya..
Udah siap non, gila bisa berdenyut-denyut gini memiawnya hehehe
cengeges Arno..Kali ini Yogo tak ikut berkomentar, hanya duduk di kursi
tempat biasa Papah duduk, sambil mendiamkan penisnya yang kelelahan dan
sudah lunglai, ingin rasanya marah melihat dia duduk di kursi Papah,
kesal sekali rasanya,..
Namun belum sempat aku berfikir untuk menyuruh Yogo pindah tempat duduk,
Tono sudah terlebih dahulu mengehentakan penisnya dalam vagina-ku,
ditariknya penisnya dalam vaginaku, beberapa saat kembali penisnya
menghujam vaginaku
Terus menerus berulang kali dengan kecepatan yang terus bertambah,
sementara tangannya mencengkram erat pinggangku bunyi tumbukan penisnya
dengan bokongku, menimbulkan bunyi khas yang menarik perhatian Yogo,..
Nah itu dia, bunyikan No, gila enak banget bokongnya sekel yang diamini
Arno.. ya mank matep Wo, ga nyesel dech kalo mati dah nyobain yang
begini.. Sialan ingin rasanya aku menghabisi mereka yang menghina-ku
seperti ini tapi, jujur memang enak sekali menikmati penis Tono yang
panjang ini, rasanya berbeda dengan kenikmatan yang diberikan penis Yogo
yang kekar itu
Sementara hentakan Tono makin keras yang membuat payudaraku terpental
kesana-kemari, sebelum ditangkap oleh Tangan kanan Arno, Kenapa Non ??
makanya punya toked jangan gede-gede, hehehe.. ejeknya, seketika dia
langsung meremasnya dan menarik-narik putting susuku bagaikan mau
memeras susu..
15 menit dalam posisi itu, membuatku mulai mabuk dan tak kuasa menahan
desiran nafsu yang memuncak, hingga sebuah organsme kecil menerpaku,..
Hmmmm aku pun setengah menahan desahan yang kunikmati setiap momen-nya,
tampaknya Tono pun menyadari jepitan vagina-ku pada penis-nya yang
menguat..
Kenapa non, enak ya ?? tanyanya.. Untung aku masih bisa menahan diri untuk tidak mengangguk,,..
Tiba-tiba Tono mengangkat tiba-tiba mengangkat kaki kananku ke
pundaknya, untung dia pendek hingga aku tak perlu berjinjit, sementara
penisnya tak pernah berhenti keluar masuk vaginaku, bahkan dengan posisi
ini aku dapat menyaksikan bagaimana penisnya keluar masuk, gila aku tak
pernah menyangka aku dapat menampung penis sepanjang ini..
Sementara payudaraku yang sudah tak dicengkram lagi oleh Arno, bagaikan
perputar-putar mengikuti goyangan Tono pada tubuhku, melihatnya Yogo
kembali menegang dan melangkah ke dekat-ku
Gila No, nich toket mental-mental gini..hahaha Risih sekali mendengar
komentarnya sementara penisnya yang sudah menegang itu hanya beberapa
centi di depan mataku., ingin sekali mengigit penis itu..
Dan seperti yang dapat diperkirakan tangan Yogo langsung mencengkram
payudaraku, memilinnya dan mengerayanginya dengan sedikit kasar membuat
ku mengerang-erang kecil menahan sakit, payudaraku sedikit memerah
karena remasan Yogo yang kasar..
Kenapa Non ?? koq ngeliatin tongkol saya aja.. ?? Mau nyobain ya ?? Tanyanya setengah mengejek..
Aku pun bergegas mengelengkan kepala, jijik sekali penisnya dari jarak
segini saja dapat tercium aroma yang tak sedap, rasanya pasti tak karuan
lebih parh dari penis Tono yang sedikit terawat, belum lagi sejak tadi
baru kali ini aku dapat melihat penis Yogo dengan jelas, penisnya keras
mengacung meski tidak terlalu besar, namun luar biasa hitam, apalagi
bulu-bulu kemaluannya demikian lebat..
Hehehe, si enon bisa aja..Mau nyusu ya non.. Belum lagi aku
memperbolehkannya , Yogo sudah sedikit berlutut mengerayangi payudaraku
dengan lidahnya..Memoles seluruh permukaan payudaraku hingga merah
mengkilat,
Sesekali kembali putting payudaraku terselit diantara gigi-gigi
ompongnya, tumbukan gusinya dengan payudaraku menimbulkan sensasi
berbeda dari sekedar hisapan maupun gigitan pada puting payudaraku
Yogo pun menarik tanganku sebelah hingga membuatku sedikit kehilangan
keseimbangan, belum puas dia mempermainkan payudaraku,..diarahkannya
tanganku kearah penisnya, dipekasanya aku meraih batang kemaluanya yang
sudah sedemikian keras, sebelum memaksa ku untuk mengocoknya..
Aku pun begitu menikmati penis yang begitu kekar itu, perlahan aku pun
mengoyangkan tanganku menyusuri penis itu, sementara sensasi di vaginaku
pun belum lah berakhir, sehingga membuatku semakin gila mengocok penis
itu, membuat pemiliknya tersenyum nikmat menikmati service-ku pada
penisnya..
Sedikit banyak aku mengalihkan rasa nikmat pada penis yang kugenggam,
tumbukan pinggul Tono dan bokong ku membuat bunyi-bunyian yang khas,
apalagi penisnya yang sudah basah oleh cairan vaginaku membuatnya makin
cepat memompaku,.nyaris aku mencapai organsme dalam posisi ini, namun
jelas posisi setengah berdiri begini membuatku kehabisan
stamina,..demikian juga Arno, yang kemudian memintaku mengangkang di
atas sofa..
Tono kembali menggesekan penisnya pada bibir vaginaku, kini dengan
posisi doggy style, sementara Yogo duduk di pegangan tangan sofa dengan
penis yang mengacung tegak..
Hmmmm.. Aku kembali mendesis saat penis Tono mulai tertelan oleh vaginaku
Seperti kura-kura aku membenamkan wajahku ke sofa itu, menahan rasa
sakit tiap kali penis itu menyeruak masuk dalam..sebelum beberapa detik
kemudian berganti dengan rasa nikmat,..menikmati bagaimana vagina-ku
menjepit penisnya, Tono kembali memacu penisnya keluar dalam, sementara
kembali aku harus menahan desah nikmat yang membuat makin gila
menahannya..
Yogo tampaknya belum puas, dijambaknya rambutku hingga aku dapat melihat wajahnya..
Sakittt, hmmm pak..lepass Rintih-ku disela desahan..
Sepong ya non.. Pintanya namun justru jambakannya makin keras,
membuatku tak bisa melakukan hal lain selain mengiyakannya..Yogo kini
turun hingga memudahkan ku meraih penisnya,
Perlahan aku mulai memasukan penis Yogo dalam mulutku, pemilinya merem
melek merasakan kehangatan dalam mulutku, cairan ludahku menempel pada
penisnya, kepalaku pun mulai naik turun menyantap penis Yogo, sementara
Tono pun malah makin cepat memacu-ku dalam posisi doggy ini,
Sesekali aku menghisap penisnya, namun sejenis cairan aneh muncrat dari
penisnya, jijik sekali, aku pun bergegas mencabut penisnya dari mulutku,
menatap wajah Harwo yang seolah kecewa, membuatku mulai mencoba
menjajaki penisnya lagi, menjilati penisnya dari bagian batang hingga
kebuah zakar, sebelum kembali memasukan penisnya ke dalam mulutku,
Dengan menahan jijik aku mulai menambah frekuensi sedotanku, terkadang
juga lidaku menyentil-nyentil buah zakarnya membuat Yogo kelojotan,
menikmati tiap momen bagaimana Yogo terpuaskan oleh permainanku membuat
merasa sedikit superior yang membuatku makin giat menyepongnya..
Tiba-tiba, jempol Tono terselip diantara anusku, kaget membuat
melepaskan seponganku pada penis Yogo, kali ini Yogo tak sepasrah tadi,
ditariknya kepala ku kearah selangakngannya, tanpa sedetik pun waktu aku
pun langsung dipaksanya kembali menuaikan tugas untuk mengoral
penisnya,..
Genjotan Tono menggila seolah menyenggol mulut rahimku, hingga membuatku
mendesah diantar penis Yogo, makin gila, makin cepat dan liar membuatku
hilang kendali, kini aku tak lagi mampu mengoral penis Yogo lagi, Tono
pun seolah mengerti dan berhenti memaksa ku untuk mengoral penisnya,
Aku hanya kelojotan pasrah, sambil membenamkan wajahku pada sofa untuk
mencegah suara ku bergema hingga memancing orang-orang lain dirumah ini,
nikmat sekali rasanya didominasi seperti ini, rasa yang jarang aku
temukan dari pacar-pacarku, membuatku meledak untuk kesekian kalinya,..
Yogo dan Tono tertawa melihat tubuhku yang kembali mengejang hebat,
mereka tertawa penuh kemenangan sementara Yogo kini sibuk mengocok
penisnya sendiri sambil menarik wajahku, dia tampak menikmati sekali
wajahku yang makin lemah karena permainan kawannya yang membuatku
benar-benar tak berdaya..
Akhirnya Tono menarik penisnya, Tono mendesis perlahan..
Hmmmmm desahnya sambil masih mengocok penisnya tampaknya sebentar lagi
dia akan meledak, penisnya terlihat membesar, tak lama dia pun mendesah
tak tertahan..
Anjritt. Spermanya tumpah kedadaku, ditariknya tangan-ku..
Mau apa No ?? Sanggahku panik, namun diraihnya tanganku yang berusaha
menghindari cengkraman tangannya, Diem aja non.. tawanya.. Tanganku
pun dipaksanya mendekati genangan sperma yang tumpah didadaku, aku
mengerti dia menginginkan tangan ku sendiri yang memoles sperma yang ada
didadaku, perlahan diarahkannya tanganku memoles payudara ku dengan
selai sperma hingga menutupi sebagian besar payudaraku..
Melihat itu Yogo makin bernafsu mengocok penisnya, sementara aku dapat
melihat penis Tono yang perlahan menyusut ke ukurannya semula, sesekali
Yogo dengan sengaja mendekatkan penisnya ke wajahku aku melihat
bagaimana Penisnya berdenyut-denyut hingga diiringi sebuah desahan Yogo
pun mencapai klimaksnya ,
Crooot Penis yang sudah berada di depan wajahku itu dengan sengaja diarahkan menyembur keseluruh bagian wajahku,..
Sebagian mengenai pipi kiriku, ada juga yang mengenai mataku hingga aku
pun sedikit menutup mataku, takut spermanya masuk ke mataku..
Wo gila Aku meringis ketakutan, tampakanya dia belum puas mempermainkan
majikannya ini, berdua Yogo dan Tono tertawa, sebelum mereka mulai
memoles wajahku dengan Sperma Yogo..
Tampaknya mereka begitu puas memperlakukan aku seperti ini, namun aku
pun tak memungkiri, permainan meraka benar-benar membuatku merasakan
surga wow, apalagi berbeda dengan seks yang pernah aku rasakan
sebelumnya, seks ini terasa dirty banget, namun wow rasanya berbeda..
Lemas sekali rasanya tubuhku, entah berapa banyak organsme yang berhasil
kucapai hari ini, seks gila dalam 1 minggu terakhir, rasanya aku mulai
menyukai seks-seks gila seperti ini, its a bit difference but give much
of pleasure..
Sementara Yogo dan Tono celingukan sambil mengenakan pakaiannya yang tadi berserakan, mereka pun mengambil-kan aku tissue,..
Gila non, emank beda ya.. Yogo tampaknya benar-benar puas..
Non bener-bener beda, memiawnya aja bisa berdenyut-denyut.. Tono menimpali..
Puas bajingan !! Bentak-ku pada mereka..
Hahaha, jangan galak gitu donk non, ini sesuai perjanjian kita.. Kata
Yogo sambil menyerahkan HDvideo yang menyimpan video rekaman adegan
percintaanku
Aku pun langsung merebut video itu.. Ga ada kan copyan-copyannya bentaku lagi dengan nada yang tinggi,..
Tenang non, kita bukan mau meres non koq..hahaha Tono tertawa sambil
menunjuk bibir bagian bawahku dimana ada sisa sperma Yogo yang
terlewatkan olehku.. Malu rasanya buru-buru kuseka spermanya dengan
tissue yang masih ku pegang..
Ya ngapain lagi kalian disini !! Bentak-ku Keluar sana
Galak amat non, kan mau bantuin non, nyeka sperma saya yang masih ada di
toket non tuch.. Tono masih saja mengambil kesempatan meremas
payudara-ku..
lu.. aku pun melempar tissue kotor yang kupegang ke wajah Arno
Yogo dan Tono pun bergegas angkat kaki, sambil tertawa, aku pun
mengendap-endap perlahan takut ketahuan sebelum berlari naik ke kamarku
dalam keadaan bugil, jijik rasanya memakai pakaian ku yang masih
tergantung di pinggangku itu , rasanya tidak pantas baju ku itu terkena
sperma mereka,..
Sesampainya di kamar aku pun membasuh seluruh tubuhku dengan air hangat,
aku mandi sebersih-bersihnya walaupun mereka mampu memuaskan ku, bahkan
lebih, tetap saja ini sperma-sperma kacungku, aku pun mengosok gigi ku
sebersih-bersihnya meski rasa sperma-nya masih terasa liat di
mulut-ku,..
Aku benar-benar tak mengerti bagaimana mereka bisa seberani itu, aku
benar-benar tak pernah menangka ada sepasang mata lain yang melihat
pemerkosaanku, aku pun benar-benar tak paham saat itu mengapa Mama dan
Bok Inem benar-benar tak menyadari keadaan ku saat itu, meski sekarang
aku sudah mengetahuinya