Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum, Cerisex Terbaru 2015 – Cerita Sex: Zulaikha Istri Asistenku
– Namanya Zulaikha, wanita muda berwajah teramat cantik dan alim
berjilbab. Baju panjang muslimah, senantiasa menutupi sekujur tubuhnya
yg putih mulus. Ya … walau hanya wajah dan telapak tangannya saja yang
terlihat, saya tahu kulit tubuhnya tentulah seputih dan semulus
wajahnya. wanita muda idaman setiap pria, itulah sosok Ida Zulaikha.
alim berjilbab lebar anggun, cantik, sopan, alim, sungguh menawan.
Bibirnya yang bibir sexy, berdagu lancip dan….cantik deh pokoknya. Dia
alumnus Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Fakultas Hukum.
Cerita Sex: Zulaikha Istri Asistenku – Beruntunglah Budiman, wakilku di perusahaan milikku, yang berhasil
memperistrinya. Seringkali aku menatapi wajahnya yang lembut dan anggun
setiap kali aku ke rumahnya kalau ada urusan dengan Budiman. Wah ….
betapa enaknya ini tubuh wanita muda alim berjilbab. Sudah cantik,
anggun, lembut, sopan, rapi, alim lagi … pokoknya segudang pujian dan
sanjungan pantas kuberikan padanya. Namun karena sifatnya yang alim dan
sangat menghragaiku sebagai atasan suaminya, membuatku tak berani
menggodanya, ya … mengingat dia sangat alim, juga posisinya sebagai
istri dari pegawaiku sendiri.
Sering setiap aku bertandang ke rumahnya, Ida Zulaikha ikut duduk
menemani suaminya ngobrol denganku. Nah … seringpula mata nakalku
mencoba menatapi dan mencuri-curi pandang ke istri Budiman ini. Betapa
cantik dan anggunnya wanita muda ini, wah wah wah …. bagaimana ya
nikmatnya kalau aku bisa menelanjangi tubuhnya yang selalu tertutup
jilbab dan baju panjang ini … bahkan lebih jauh menidurinya?. Pada bulan
Juli 2004 Pameran berskala internasional diselenggarakan di Jakarta,
sudah menjadi kebiasaan perusahaanku ikut berpartisipasi.
Perencanaan harus matang, agar tak membuat malu. Dari persiapan
mengurus stand, ijin, dan berbagai sarana harus dipersiapkan
sebaik-baiknya. Ya … akhirnya Budiman selaku wakilku, kutugaskan untuk
mengurus semuanya itu. Senin pagi berangkatlah Budiman bersama lima
orang pegawai kami ke Jakarta.
Tepat jam 08.00 WIB, kereta api senja utama meluncur meninggalkan
stasiun Tugu Yogyakarta … dan nampak Ida Zulaikha mengantarkan kepergian
suaminya. Rona muka kemerahan, ah … barangkali ia merasa sedih dan
berat ditinggal suaminya.
“Mbak Ida … udah, nggak usah sedih … sebentar juga pulang” ucapku menghibur.
“Ah…,iya Pak.” ia tersenyum. Nggak papa kok Pak, mari Pak kita pulang”.
Mobil sedan susuki Baleno warna biru metalik yang kukemudikan,
perlahan bergerak meninggalkan stasium tugu menuju komplek perumahan
elit di Yogya utara, ya … aku hendak mengantarkan mbak Ida yang cantik
ini pulang ke rumahnya. Deg-degan juga hatiku, baru sekarang aku duduk
bersandingan berduaan di dalam mobil bersama wanita muda yang selama ini
aku kagumi. Jilbab putih bersih terjuntai hingga hampir ke perut,
dipadu baju muslimah panjang warna ungu kembang-kembang, sangat indah
dan serasi dengan kecantikannya.
“Mbak Ida mau langsung pulang?” tanyaku.
“Ya Pak…”, jawabnya. Rasanya deg2an semakin kuat. Aku bingung bagaimana
mengakrabkan diriku dengan mbak Ida ku ini. “Wah … mbak Ida asli
Indonesia nggak sih?” tanyaku sambil mencari-cari akal bagaimana
mencairkan suasana.
”Iya, Memangnya kenapa Pak”
“Nggak, kok kayak orang Indo Arab?”
“Kok…?” “Iya … hidung mancung, alis item, kulit kuning, dan…cantik lagi.” jawabku mencoba menggoda..
“Hehehehhe..”, ia tertawa renyah sekali.
Hatiku bersorak gembira, rupanya suasana makin akrab dan ia sudah tidak kaku lagi.
“Masak sih Pak?” Iya, beruntung ya dik Budiman dapet istri kayak mbak
Ida. Cantik, alim berjilbab, alim, sopan, wah wah … kalo aku punya
istri kayak mbak, nggak bakal aku tinggalin deh satu detikpun.”
“Hahahahhaha” ia kembali tertawa.
Sesekali ia sampirkan jilbab putihnya ke pundak. Wow….cantik sekali segala gerak dan gayanya.
“Iya lho mbak…bagi saya, cewek cantik alim berjilbab sangat menarik
dan … sangat sempurna., apalagi cantik seperti mbak.” Emang pacar bapak
siapa sih, alim berjilbab juga ya?”
“Hehe…belum punya”
”cariin dong mbak Ida yang kayak mbak Ida.” Kulirik Ida, ia tersenyum sungguh cantik sekali.
“Kenapa sih Bapak suka wanita muda alim berjilbab?”
“Sebab wanita muda alim berjilbab, sangat menjaga jarak dengan lawan
jenis, sangat menjaga, kealiman dan kesuciannya. Dan karenanya, kalau
bercinta … tentu sangat hot, hehehhe….!”
“Ah bapak bisa aja”.
“Iya lho mbak, walau saya orangnya metal gini, saya sangat menyukai
wanita muda alim berjilbab.” Penampilanku saat ini memang metal, kaos
ketat, celana jeans, dan memakai ikat kepala warna biru.
Akhirnya sampailah di rumah nomor 158, sebuah rumah mewah warna krem bersih dan genting warna merah.
“Masuk dulu Pak” tawar Ida.
“Ya…makasih.” Jantungku semakin deg-degan.
Dalam hati aku sudah tak tahan lagi menelanjangi dan menggauli wanita
muda cantik alim berjilbab ini. Sambil melangkah masuk ke dalam rumah,
kubetulkan ikat kepala yang melilit di kepalaku sambil mata nakalku tak
lepas menatap pantat Ida yang kelihatan montok. Celana dalamnya kadang
tercetak jelas di balik bongkahan pantatnya. Ouww….ingin sekali aku
mencolek dan meremas pantat bahenol tersebut wanita muda alim berjilbab
ini. Sampai di dalam rumah, ia persilahkan aku duduk,
”Pak….duduk dulu ya, mau bikin minum”. Tanganku cepat menarik tangannya.
“Nggak usah Mbak” jawabku sambil menggenggam tangannya.
Ia memandangku dengan tenang. Wow…..betapa lembut tatapan mata itu.
Ia nampak tak menolak saat tangannya berada dalam genggamanku.
“Mbak Ida … kamu cantik sekali.” kataku merayunya. Aku sungguh tak tahan dengan kecantikan mbak.
Akhirnya kebaranikan diri, kupeluk tubuhnya yang masih mengenakan jilbab putih dan baju panjangnya itu.
“Mbak Ida … kamu cantik sekali …” kuciumi wajahnya, pipinya….dan kupeluk kuat2 tubuhnya yang sangat menggiurkan itu.
jilbab putih segara kuangkat di bagian dadanya. Wajahku menciumi buah
dadanya yang masih tertutup baju jubah panjang. Ida menggeliat-geliat
kegelian.
“Pak….jangan…”, ia merintih. Aku tak peduli lagi. Semuanya sudah
terlanjur basah. Kugenggam kain jilbab di belakangnya punggungnya …
sambil tanganku yang satunya turun ke bawah … meraih pantatnya …
meremasnya … dan mengusap-usapnya…dan meremas-remasnya.
Mulutku terus menciumi buah dadanya, pipinya, bibirnya, lehernya,
sambil tanganku terus bergerilya membelai, mengusap, meraba. dan
merenmas-remas pantatnya. wanita muda alim berjilbab ini menggelinjang,
tubuhnya menggeliat-geliat, rupanya ia telah mulai bernafsu. Tanganku
kini mengelus-elus selangkangannya yang tertutup jubah panjang itu. Ida
Zulaikha … wanita muda alim berjilbab ini akhirnya pasrah dan tak
menolak perlakuanku.
Kulepaskan semua pakaianku. Aku sudah tak tahan lagi ingin mengentot
wanita muda alim berjilbab ini. Aku ingin mengentotnya…sambil kubiarkan
ia tetap memakai jilbab dan baju muslimahnya. Wow….Ida…..aku ingin
merasakan vagina wanita muda alim berjilbab …
“Ida … aku suka kecantikanmu.” “Aku telah lama mendambakan yang seperti ini.”
Kuangkat tubuhnya ke atas meja, hingga posisinya kini Ida Zulaikha
duduk di atas meja. Dengan begitu kemaluannya tepat sejajar dengan
kontolku yang telah mengacung tegak ini.
Dengan bersandar dan duduk di atas meja,aku semakin mudah memandangi
kecantikan wajahnya. Mata wanita muda cantik alim berjilbab ini meredup,
menahan gejolak birahi. Namun sesekali bibirnya tersenyum, menandakan
iapun menikmati permainan sex dari lelaki brutal sepertiku. jilbab putih
semakin membuatku bernafsu, sungguh suatu pemandangan yang erotis
sekali. Seorang wanita muda cantik, alim berjilbab, kini duduk
mengangkang di atas meja, berhadapan dengan tubuhku yang telah bugil dan
polos..
Akhirnya … kusibakkan ke atas jubah panjang muslimahnya … kutarik ke
bawah celana dalamnya yang berwarna hitam, kupeluk erat tubuhnya, … dan
segera kuarahkan kontolku ke dalam kemaluannya. Dengan gerakan yang
lembut daan pelan, kuarahkan kontol ku yang telah tegang ini ke dalam
vagina Ida Zulaikha. Sementara tanganku terus memompa buah dadanya yang
masih terlindungi jilbab dan baju panjangnya … bibirku tiada henti
mengecup bibirnya … menyedotnya dengan mesra. Dan saat itu kini datang,
vagina Ida Zulaikha telah basah oleh lendir birahi yang melanda.
Kini kudorong kontolku masuk ke vaginanya … bles … kepala kontolku
menyeruak ke dalam liang kewanita mudaan wanita muda alim berjilbab ini.
Kutarik dan kudorong lagi kontolku secara berulang-ulang, dengan
pelan-pelan, hingga akhirnya aku mempercepat gerakanku.
Ida Zulaikha., istri temanku yang alim berjilbab itu kini tak mampu
lagi berkata-kata. Hanya desahan dan geliatan tubuh saja yang dapat
dilakukan, karena gejokak nafsu birahi telah membakar jiwanya. Bagiku,
gerakan tubuhnya yang menggeliat-geliat dan expresi wajahnya yang cantik
dalam balutan jilbab putih … membuatku semakin merasakan sensasi yang
luar biasa nikmatnya. Terus terang aku telah biasa bermain perempuan.
Tak terhitung lagi perempuan yang pernah kutiduri. Dari gadis2 toko,
teman2 kuliah, sampai gadis2 nakal di komplek2 pelacuran. Namun
mengentotin seorang wanita muda yang cantik dan alim berjilbab, baru
sekarang ini aku lakukan. Betul2 nikmat … erotis … sensasional. Apalagi
wanita muda alim berjilbab secantik Ida Zulaikha, benar2 membuatku ingin
memuncratkan sperma sebanyak mungkin kedalam vaginanya.
Sekitar 15 menit aku menyetubuhi Ida Zulaikha dalam posisi di atas
meja seperti ini. Keringat birahi telah membasahi tubuhku dan juga tubuh
Ida Zulaikha. Jilbab putih yang dikenakannya nampak kusut dan
awut-awutan, namun aku tetap konsisten membiarkan jilbab putihnya itu
tetap membalut wajah dan kepala Ida Zulaikha. Sementara baju panjang
warna ungu yang dikenakan Ida Zulaikha juga nampak kian amburadul.
Gerakan maju mundur kontolku yang panjang menimbulkan bunyi yang
sensasional.
Ida Zulaikha nampak sangat bernafsu menikmatu gerakan-gerakan ini.
Ya….nikmat sekali rasanya … Bunyi yang ditimbulkan oleh gerakan kontolku
yang mengobrak-abrik seisi liang kewanita mudaannya yang dipadu dengan
denyut-denyut nikmat otot di vaginanya menimbulkan gejolak dan nafsu
yang membakar jiwa. Dan aku memang sengaja ingin menunjukkan segala daya
dan kekuatan sexku. Aku ingin Ida Zulaikha mengakui kejantananku,
kebrutalanku … ya … aku tak mau kalah dibanding suaminya dalam memuaskan
wanita muda. Aku ingin membuat kesan yang sangat mendalam pada diri
wanita muda alim berjilbab ini. Setidaknya aku ingin membuatnya
ketagihan bercinta denganku.
Bukankah akan menyenangkan jika ternyata wanita muda alim berjilbab
ini ketagihan dan merengek-rengek minta bermain seks denganku? Di
tengah-tengah kami berdua menikmati percintaan yang heboh ini, tiba-tiba
terdengar bel rumah berbunyi. Thing..thong..!!!
“Assalamu’alaikum……”. Suara seorang wanita muda mengucapkan salam mengagetkan sekaligus menghentikan gerakan erotis kami berdua.
Ida Zulaikha nampak agak gugup, karena ada seorang tamu datang.
Ya…wajar, ia nampak kuatir kalau skandal ini terungkap dan diketahui
tetangga.
“SSSSttt…..tenang nggak usah gugup, siapa sih itu?”, tanyaku mencoba menenangkan.
“Itu Bu Siti Maesaroh tetangga sebelah”, jawab Ida Zulaikha.
“Sekarang betulkan dulu jilbab dan pakaianmu, kamu boleh keluar dan
temui tamu kamu itu, bersikaplah seolah tak ada apa2. Tenangkan hatimu
sayang….”, pintaku.
Ida Zulaikha membetulkan jilbab dan baju muslimahnya lalu melangkah
keluar membuka pintu. Aku mengintip dari dalam, wow rupanya wanita muda
yang bernama Siti Maesaroh ini seorang wanita muda cantik yang juga
mengenakan jilbab. Baju panjang merah hati dipadu jilbab warna merah
pula.
“Eh … Bu Maesaroh, silahkan masuk Bu’.
”’Makasih Bu Ida Zulaikha, saya Cuma mau ngasih undangan Pengajian nanti
malam kok. Dan…kebetulan nanti malam Bu Ida Zulaikha yang mendapat
jatah mengisi ceramah pengajian.
Aku lihat wanita muda cantik yang juga alim berjilbab itu menyodorkan
secarik kertas kepada Ida Zulaikha, yang rupanya undangan untuk
menghadiri pengajian yang biasa diselenggarakan rutin di komplek
perumahan tempat Ida Zulaikha tinggal. Namun itu tak terlalu menarik
bagiku, tubuhku yang masih telanjang bulat dengan kontol mengacung tegak
lebih tertarik memelototi Maesaroh yang tak kalah cantik dengan Ida
Zulaikha. Wow … tangan kananku mengocok kontol sambil memandangi wanita
muda cantik alim berjilbab yang bernama Siti Maesaroh itu.
Aku menghayalkan bagaimana indahnya sendainya Maesaroh turut serta
dalam percintaanku dengan Ida Zulaikha ini. Ya … dua wanita muda cantik
alim berjilbab kuembat sekaligus … tentu nikmat sekali. Namun akhirnya
Bu Maesaroh itupun pulang, kini Ida Zulaikha kembali menutup pintu dan
melangkah masuk ke dalam. Langsung aku memeluk tubuhnya. Kembali
menciuminya, menggelutinya dan membawa tubuhnya ke dalam kamar. Namun
tiba2 Ida Zulaikha memandangku.
“Pak…..aku ingin di atas, bapak tiduran saja di karpet lantai.” bisik
Ida Zulaikha. Belum juga sadar menangkap maksudnya ,ia telah
mendorongku hingga terdoromg ke belakang hingga tertidur di lantai.
Wah … wah … wah … rupanya Ida Zulaikha benar2 buas Juga. Aku
terlentang di lantai, segera Ida Zulaikha mengangkangiku dan kini ia
berdiri mengangkang persis di atas tubuhku yang terlentang di lantai.
Ida Zulaikha meraih kain bawah baju panjangnya, disingkapkan dan
ditariknya ke atas sampai ke perutnya dan ia kini berjongkok mengarahkan
kontol tegakku agar tepat menuju lobang vaginanya.
Wow … benar2 nikmatnya seorang wanita muda cantik yang masih
mengenakan jilbab dan baju panjang kini rela mempertontonkan keindahan
pahanya, tubuhnya, vaginanya, jembutnya, bahkan ikhlas membiarkan kontol
lelaki lain selain suaminya menerobos dan mendobrak dan mengobrak-abrik
liang kemaluannya. Aku menunggu saat2 indah vaginanya menyentuh
kontolku, aku menunggu dengan jantung berdebar-debar sambil mata nakalku
terus memandangi wajah cantik Ida Zulaikha, wanita muda alim berjilbab
ini.
Akhirnya … kontolku yang tegang menelusupi lobang vagina wanita muda
alim berjilbab ini. Nampak Ida Zulaikha menggigit bibir bawahnya dengan
desahan dan rintihan. Ida Zulaikha tak mampu menyembunyikan perasaan
nikmat tiada tara ini. Dengan gerakan2 yang semakin cepatdan cepat, Ida
Zulaikha naik turun … naik turun … dengan sangat erotis sekali.
Kepalanya oleng ke sana ke mari mengikuti geliatan tubuh dan mengimbangi
gerakan maju mundur kontolku ke dalam vaginanya. jilbab putih itu kini
sungguh sangat menawan bergetar-getar, berkibar-kibar, sungguh suatu
pemandangan indah dan sensasional.
wanita muda cantik alim berjilbab kini bergerak naik turun dengan
bersemangat, mengeluar masukkan kontolku ke dalam vaginanya … wow …aku
tak ingin semua ini cepat selesai. Ya … aku ingin menikmati pemandangan
indah ini selama mungkin … di mana Ida Zulaikha adalah seorang wanita
muda cantik alim berjilbab kini naik turun di atas tubuhku yang bugil,
dan wanita muda alim berjilbab yang sangat cantik itu tengah memompa
seluruh isi kemaluannya dengan kontolku yang besar ini.
Naik…..turun…dengan berulang-ulang. Begitulah gerakan kontinyu terus
dilakukan wanita muda alim berjilbab ini. Hingga sampailah pada saatnya,
kontolku terasa sangat tegang, sangat kuat, ya … tekanan dan denyutan
di kontolku kurasakan sangat kuat … dan akhirnya cairan sperma itu
muncrat dengan deras dan kuat … memancar dan membanjiri seluruh isi
lobang vagina Ida Zulaikha.
Seiring dengan menyemburnya spermaku ke dalam vaginanya … Ida Zulaikha menjerit sangat kuat …. begitupun diriku ….
“Aaaaahhhhhh …… ooouwww ……… Ahhhhhhhhhh.!!!!!!…Ida
Zulaikha….Oouuhh….”’Pak…..Enaaaaaakkkk…!!!!! Oouuuhh…!!!”, teriakan
histeris mengiringi semburan sperma dan cairan kenikmatan kami berdua.